Mgr. Siprianus Hormat, Pr
alterntif text

Labuan Bajo, Vox NTT- Seluruh umat Katolik Keuskupan Ruteng patut bersyukur atas terpilihnya Mgr. Siprianus Hormat, Pr sebagai Uskup baru pada Rabu (13/11/2019).

Dengan terpilihnya Mgr. Siprianus sebagai Uskup, maka kerinduan umat Katolik Keuskupan Ruteng akan sosok “Gembala” terobati.

Rekan Mgr. Siprianus, RD. Dr. Philip Ola Daen, Pr pada saat di Seminari Tinggi Interdiosesan St. Petrus Ritapiret menyebut pastor yang menjabat sebagai Sekretaris Eksekutif Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) adalah sosok yang apa adanya.

“Profisiat kepada Mgr. Siprianus Hormat, Pr, beliau adalah orang yang rendah hati. Beliau amat layak jadi Uskup,” ungkap RD. Philip yang juga Rektor Seminari Tinggi Interdiosesan St. Petrus Ritapiret saat dihubungi VoxNtt.com, Kamis (14/11/2019).

RD. Philip yang pada saat itu menjadi pembina di Seminari Tinggi Interdiosesan St. Petrus Ritapiret bersama Mgr. Siprianus menyebut, salah seorang imam diosesan Keuskupan Ruteng itu juga memiliki beberapa kemampuan dalam bidang komunikasi, relasional dan manajerial.

“Keuskupan Ruteng masih luas, karenanya beliau mesti berani memekarkan keuskupan ruteng menjadi beberapa tiga Keuskupan,” ujarnya.

Dengan itu kata RD. Philip, kompleksitas persoalan dapat dilokalisasi dan pelayanan dapat semakin dekat dengan umat.

“Sebagai rekan pembina, kami bangga mantan formator Ritapiret jadi Uskup Ruteng. Ini kegembiraan luar biasa bagi kami komunitas calon imam Ritapiret,” tutupnya.

Sementara itu, RD. Inosentius Mansur, Pr yang adalah mantan frater binaan Mgr. Siprianus mengisahkan pastor asal Boncu Kode, Desa Perak, Kecamatan Cibal itu adalah sosok yang selalu ceriah dan mampu bergaul dengan siapapun.

“Dia dekat dengan semua orang. Waktu jadi frater, saya betul mengenal beliau sebagai pribadi yang dekat dengan semua calon imam,” curhat RD. Inosentius saat dihubungi VoxNtt.com, Kamis (14/11/2019).

RD. Inosentius menyebut, Mgr. Siprianus amat tegas dan prinsipil. Ia juga selalu hadir sebagai seorang “kakak” yang baik selama Inosensius sudah menjadi imam.

“Kalau kita kontak, beliau selalu menjawab dan menyapa kita sebagai ase (sapaan untuk adik laki-laki) atau nana,” aku RD. Inosentius.

Mgr. Siprianus juga lanjut dia, mampu bekerja sama dengan siapapun dan mengenal kelebihan dan kekurangan para frater dan rekan-rekan imam.

“Ini adalah modal yang amat bagus baginya dlam memimpin Keuskupan Ruteng. Dia figur yang tepat. Profisiat Mgr. Siprianus. Sahabat yang baik bagi siapa saja,” tutup RD. Inosentius

Penulis: Sello Jome
Editor: Ardy Abba