Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Fraksi Demokrat DPRD Ende Akan Pimpin Guru Boikot Mengajar, Ini Alasannya
Regional NTT

Fraksi Demokrat DPRD Ende Akan Pimpin Guru Boikot Mengajar, Ini Alasannya

By Redaksi18 November 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ketua Fraksi Demokrat, Mahmud usai membacakan Pemandangan Umum Fraksi Demokrat pada Sidang Paripurna ke-VII DPRD Ende (Foto : Ian Bala/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, Vox NTT-Fraksi Partai Demokrat DPRD Kabupaten Ende dalam Pandangan Umum Fraksi menyoroti kebijakan pemerintah pada bidang pendidikan.

Fraksi Demokrat menilai Pemerintah telah membohongi publik terkait pembayaran honorarium Guru Tidak Tetap (GTT).

Penilaian Fraksi Demokrat karena pemerintah baru membayar empat bulan sepanjang tahun 2018 sampai tahun 2019.

Oleh karenanya, Fraksi Demokrat akan mengambil langkah konkret dengan memimpin GTT boikot mengajar.

“Jika persoalan GTT tidak segera ditindaklanjuti, maka Fraksi Demokrat akan memimpin Para Guru GTT untuk melakukan boikot mengajar karena Fraksi Demokrat menilai telah terjadi kebohongan terhadap nasib GTT serta menghimbau kepada Lembaga DPRD Kabupaten Ende untuk membentuk Pansus DPRD,” demikian bunyi Pemandangan Umum Fraksi Demokrat yang dibacakan Mahmud dalam Rapat Paripurna ke-VII pada Senin (18/11/2019) pagi.

Mahmud, usai itu menegaskan bahwa janji politik pemerintah terhadap insentif GTT perlu direalisasi. Hal ini dia sebut untuk kepentingan peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Ende.

Ketua Fraksi Demokrat ini menilai bahwa mutu pendidikan di Ende masih stagnan dengan posisi urutan kualitas terbuncit di NTT.

Untuk itu, ia mendesak pemerintah untuk mempertanggungjawabkan agar polemik honorarium GTT tidak berkembang luas.

“Dari rapat dengar pendapat dengan pemerintah memang kita berharap agar lebih bijaksana terhadap ribuan tenaga guru ini. Ini kan, janji pemerintah jadi harus ada realisasinya,”tutur dia.

Mahmud mengira bahwa insentif GTT direalisasikan untuk menekan kualitas pendidikan di Kabupaten Ende yang cukup rendah.  Sebab, salah satu indikator untuk meningkatkan kualitas pendidikan ialah peran guru.

“Ia kan, ini salah hal penting bahwa pemerintah menekan tenaga pendidik menjaga mutu pendidik namun tidak didorong dengan anggaran. Ini yang harus direalisasikan,”katanya.

Penulis : Ian Bala

Editor: Irvan K

Ende Guru
Previous ArticleWacana Presiden Kembali Dipilih MPR Ditolak Fraksi Demokrat
Next Article Foto: Panorama Pantai dan Padang Pasir di Pantai Oetune-TTS

Related Posts

Pengda INI dan IPPAT Manggarai Barat Sosialisasikan Hukum Pertanahan di Desa Batu Cermin

9 Juli 2026

Pater Gabriel Meo Rayakan 40 Tahun Imamat, Umat dan Pemerintah Hadiri Misa Syukur di Kererobbo

9 Juli 2026

Kompak Indonesia Desak Jaksa Agung Ambil Alih Dugaan Korupsi Rp49,8 Miliar di Ende

8 Juli 2026
Terkini

Eco-enzyme: Solusi Sederhana Mengolah Limbah Dapur Perkotaan

16 Juli 2026

Dua Wisatawan Asal China Tewas Tenggelam saat Snorkeling di Perairan Pulau Kelor

15 Juli 2026

Kompak Indonesia Desak Kejati NTT Supervisi Kasus Dana BOK Puskesmas Benteng Jawa

14 Juli 2026

Dua Siswa SMPN 10 Poco Ranaka Lolos OSN Provinsi, Wakili Manggarai Timur

14 Juli 2026

JPIC OFM dan FORKASI Adukan Konflik Agraria Tonggurambang ke Komnas HAM

13 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.