Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HUKUM DAN KEAMANAN»Empat Tahun, Lima Pelajar di Sikka Bunuh Diri
HUKUM DAN KEAMANAN

Empat Tahun, Lima Pelajar di Sikka Bunuh Diri

By Redaksi20 November 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Illustrasi bunuh diri (Foto: Istimewa)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Maumere, Vox NTT- Kurang lebih 4 tahun sepanjang 2015-2019, terdapat 5 orang pelajar di Sikka yang melakukan bunuh diri. Dua di antaranya pelajar SMA, sementara sisanya siswa SMP.

Informasi yang dihimpun VoxNtt.com, kasus bunuh diri menimpa Mario Despito (15) pada 18 November 2019.

Remaja asal Nita itu ditemukan tewas gantung diri di kamar. Mario yang masih menimba ilmu di salah satu SMP di Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka tersebut diduga nekad menghabisi nyawanya sendiri karena sepeda motornya macet.

Sebelum Mario, ada remaja putri yang juga masih duduk di bangku SMP bernama Lani Wayoi. Lani pun menghabisi nyawa di kamarnya pada 22 Mei 2019. Lani bunuh diri dengan menggunakan tali nilon setelah ditegur walinya lantaran kerap pulang malam.

Masih di tahun 2019 tepatnya pada bulan Juni, seorang pelajar SMA asal Timutawa, Kecamatan Talibura juga menghabisi nyawanya. Pemuda berinisial H.W (19) itu gantung diri di kebun setelah bertengkar dengan adiknya.

Kasus bunuh diri pelajar juga terjadi di tahun 2017. Korbannya adalah Petrus Boki Rutin (18). Petrus adalah pelajar asal Larantuka yang menghabisi nyawanya setelah cekcok dengan pacar.

Terkahir adalah Emanuel Dedi Santoso (15). Emanuel yang adalah pelajar SMP di Kewapante ini gantung diri pada Senin 2 November 2015.  Dedi diduga depresi. Sebelum menghabisi nyawanya, Dedi sempat membuat surat wasiat yang berisi permohonan maaf.

Penulis: Are De Peskim
Editor: Ardy Abba

Sikka
Previous ArticleAKBP Christian Tobing Pamit Tinggalkan Polres Belu
Next Article Motif Disparbud Sikka di Balik Penghargaan untuk Kojadoi dan Umauta

Related Posts

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026

Penyidik Polresta Kupang Dinilai Tak Berani Periksa Tim SPPG Polda NTT

3 Maret 2026

Polres Manggarai Berhasil Ungkap Kasus Pencurian dan Kekerasan di Langke Rembong

2 Maret 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.