Pemotongan pita sebagai tanda peresmian rumah Nenek Hermina Rouk (Foto: Marcel Manek/Vox NTT)
alterntif text

Atambua, Vox NTT- Dansatgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Yonif Raider 142/KJ, Letkol Inf Ikhsanudin menyatakan rakyat adalah ibu kandung TNI.

Pernyataan ini disampaikan Letkol Inf Ikhsanudin dalam acara peresmian rumah Nenek Ermina Rouk (73) di Dusun Aisik, Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur, perbatasan RI-Timor Leste, Rabu (04/11/2019).

Program bedah rumah yang dilakukan Satgas Pamtas Yonif Raider 142/KJ merupakan bentuk nyata kemanunggalan TNI dan rakyat.

Rumah Nenek Ermina usai dibedah anggota Pos Damar Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Yonif Raider 142/KJ beberapa waktu lalu.Hal itu lantaran rumahnya tidak layak dihuni.

Nenek Ermina yang tinggal bersama seorang anak dan empat cucunya itu tidak mampu untuk memperbaiki rumahnya lantaran sudah lanjut usia.

Dalam sambutannya, Letkol Inf Ikhsanudin mengatakan, tugas pokok Satgas Pamtas sebenarnya adalah pengamanan perbatasan.

Tetapi kata Ikhsanudin, pihaknya bertugas di perbatasan RI-RDTL jauh-jauh dari satuan yang berada di Jambi, juga ikut merasakan apa yang dirasakan oleh warga.

Satgas Pamtas Yonif Raider 142/KJ terpanggil untuk ikut bersama masyarakat menyelesaikan persoalan yang dihadapi masyarakat di perbatasan.

“Kita tidak saudara, tetapi kita bersaudara karena kita dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ungkap Ikhsanudin.

Menurut dia, kegiatan bedah rumah itu sebanyak enam unit. Satu unit sudah selesai dan satunya masih dalam proses pengerjaan, serta empat unit yang lain ditargetkan akan selesai enam bulan ke depan.

Keenam unit rumah yang dibedah berada di wilayah pos-pos sepanjang perbatasan sektor timur RI-RDTL

Sasaran bedah rumah ini tambah Ikhsanudin, benar-benar warga yang tergolong tidak mampu baik secara fisik maupun secara finansial.

“Dengan tenaga, dengan pikiran dan juga material yang kami miliki kami berusaha mewujudkan kepada tuan rumah sehingga menjadi rumah yang layak dihuni. Memang tidak seberapa tetapi ini tulus dari hati kami untuk masyarakat yang ada di perbatasan,” ujar Ikhsanudin.

Pada kesempatan itu, Nenek Ermina Rouk menyampaikan terima kasih kepada Dansatgas Ikhsanudin dan anggota Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Yonif Raider 142/KJ yang telah membedah rumahnya.

Nenek Ermina juga memberikan cindera mata sebagai bentuk terima kasih kepada Dansatgas Ikhsanudin.

Kepala Desa Silawan Fernandes Kali juga menyampaikan terima kasih kepada Satgas Pamtas RI-RDTL Yonif Raider 142/KJ yang telah membantu warganya lewat program bedah rumah.

Fernandes mengatakan, keluarga Nenek Ermina Rouk adalah keluarga tidak mampu, sehingga wajar mendapatkan bantuan seperti ini.

Ia berharap, kegiatan bedah rumah dari Satgas Pamtas bisa dilanjutkan dan membantu lagi warga Silawan lainnya karena masih ada yang membutuhkan bantuan rumah layak huni.

Disaksikan awak media, selain meresmikan rumah Nenek Ermina, Satgas Pamtas RI-RDTL pada kesempatan itu juga menggelar Baksos berupa pembagian sembako, pengobatan gratis dan khitan massal gratis.

Antusiasme warga Desa Silawan, perbatasan RI-RDTL untuk memeriksa kesehatan di lokasi kegiatan bedah rumah.(Foto: Marcel Manek/Vox NTT)

Masyarakat sangat antusias untuk datang ke tempat kegiatan guna memeriksakan kesehatan dan mendapat pengobatan dari dokter Satgas Pamtas dan petugas medis dari Puskesmas Silawan.

Gilermina Maya(45) warga Desa Silawan yang sementsra sakit batuk dan demam merasa sangat terbantu dengan pelayanan kesehatan gratis dari TNI.

“Terima kasih saya sudah diperiksa dan tensi darah.Ini saya sudah dapat obat,” ujar Gilermina sambil menunjukan obat yang diperoleh.

Penulis: Marcel Manek
Editor: Ardy Abba