Bupati Manggarai Deno Kamelus saat meresmikan program hibah air minum bersih untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di Malip, Desa Lenda, Kecamatan Cibal Barat, Rabu (04/12/2019) (Foto: Floresa.co)
alterntif text

Ruteng, Vox NTT- Kabar tak sedap muncul saat Bupati Manggarai Deno Kamelus meresmikan program hibah air minum untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di Kampung Malip, Desa Lenda, Kecamatan Cibal Barat, Rabu, 04 Desember 2019 lalu.

Pasalnya, air yang mengalir pada kran yang digunakan untuk peresmian secara simbolik oleh Bupati Deno bukan dari mata air, melainkan bersumber dari mobil tangki milik Perumda Air Minum Tirta Komodo.

Salah satu warga Kampung Malip, Antonius Udy membenarkan hal tersebut.

“Air yang mengalir di kran saat peresmian kemarin itu bukan dari sumber mata air, tapi dari mobil, ada dua mobil tangki. Mereka bongkar pipa lalu kasih masuk air dari mobil, sehingga saat Bupati meresmikan, airnya memang jalan. Tapi sebenarnya saat itu air tidak mengalir dari sumber mata air,” ujar Antonius kepada VoxNtt.com, Sabtu (07/12/2019).

Ia sendiri belum mengetahui apakah hal tersebut diketahui oleh Bupati Deno Kamelus atau tidak.

Informasi yang dihimpun, hingga tiga hari setelah diresmikan program hibah air minum untuk MBR tahun 2019 di Kampung Nanu dan Malip, Desa Lenda, Kecamatan Cibal Barat tak kunjung mengalir.

Terpantau pada Sabtu (07/12/2019), terdapat sejumlah meteran air di Kampung Nanu dan Malip tampak air tidak mengalir seperti biasanya.

Terkait hal ini, Antonius mengaku kecewa dengan pelayanan Perumda Air Minum Tirta Komodo.

Pasalnya, sejak dua Minggu terakhir air tersebut tak kunjung mengalir dari pipa penyalur.

Bahkan setelah peresmian, kata dia, tidak ada perubahan. Air tetap saja tidak mengalir.

“Sebelumnya kami berharap PDAM ini untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan air, tapi faktanya air tidak mengalir,” tukas Antonius.

“Jangan sampai pipa yang ada ini hanya untuk mengelabui saja bahwa di Desa Lenda sudah ada PDAM, tapi ternyata airnya tidak berjalan,” tambahnya lagi.

Antonius berharap, agar Perumda Air Minum Tirta Komodo segera memperpaiki jaringan pipa air minum di wilayahnya.

“Kalau boleh mereka segera perbaiki pipa yang rusak, lalu cek semua pipa yang sudah dipasang di rumah warga untuk memastikan apakah airnya sudah mengalir atau tidak,” ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Perumda Air Minum Tirta Komodo Klementius Man membantah pengakuan masyarakat bahwa sumber air yang digunakan saat peresmian berasal dari mobil tangki.

“Bahwa itu tidak benar, karena setiap peresmian kami selalu siapkan tangki mobil air untuk mengantisipasi adanya hal yang di luar jangkauan pikiran, apalagi saat itu mobil parkir di tempat lain,” ujar Klemens saat ditemui VoxNtt.com di ruang kerjanya, Senin (09/12/2019).

Ia menambahkan, salah satu faktor kekurangan air di Cibal Barat karena debit air memang berkurang. Namun ia mengaku airnya sudah berjalan normal.

Saat musim kemarau, kata Klemens, produksi airnya hanya 5 liter/detik. Sementara saat musim hujan sebanyak 8 liter/detik.

Menurut dia, jumlah itu belum bisa memenuhi semua kebutuhan air masyarakat yang sudah tersambung meteran air.

Sehingga Perumda Air Minum Tirta Komodo menggunakan sistem bergilir agar semua masyarakat bisa memenuhi kabutuhan air.

Faktor lain, lanjut dia, karena ulah masyarakat yang melubangi pipa penyalur induk. Apalagi pipa tersebut terbuat dari karet, sehingga mudah dikasih lubang.

“Tapi hal itu kami tidak menyalahkan siapa-siapa, karena salah satu kelemahannya juga pipa tersebut belum ditanam. Tapi kami tetap usahakan untuk tanam ke depannya tapi belum sekarang karena membutuhkan biaya juga,” ungkapnya.

Dikatakan, penanganan air minum oleh PDAM di Cibal Barat baru dua bulan. Sehingga sekarang sedang dilakukan pembenahan sistemnya.

Ia pun meminta dukungan dari masyarakat untuk sama-sama merawat fasilitas yang sudah dibangun oleh pemerintah.

Antonius sendiri membenarkan bahwa sekarang airnya sudah mengalir.

Namun ia mengungkapkan bahwa itu hanya sebagian sambungan rumah saja. Masih banyak rumah yang hingga kini airnya belum mengalir dari pipa penyalur.

Terkait sumber air saat peresmian, ia kembali menampik penyataan Direktur Perumda Air Minum Tirta Komodo.

“Kami punya buktinya, logikanya saja saat mereka sudah pulang dari sini air tetap tidak jalan sampai kemarin, sebelum mobil datang juga air tidak jalan, memang mobilnya parkir agak jauh dari tempat peresmian karena memang mereka sambung dari situ. Tapi sudahlah intinya ke depan semoga pelayanannya lebih baik lagi,” tegasnya saat mengonfirmasi kembali terkait pernyataan Direktur Perumda Air Minum Tirta Komodo.

Penulis: Pepy Kurniawan
Editor: Ardy Abba