Badan Pengurus, Dewan Pembina saat pose bersama anggota baru Himppelket Kupang, Sabtu, 14 Desember 2019 (Foto: Aziz Sanda)
alterntif text

Kupang, Vox NTT – Himpunan Mahasiswa Pemuda Pelajar Keo Tengah (Himppelket) Kupang melantik 46 orang anggota baru periode 2019-2020.

Pelantikan ke-46 anggota baru tersebut setelah mengikuti Masa Penerimaan Anggota Baru (MPAB) selama 3 hari terhitung sejak tanggal 13 sampai 15 Desember 2019.

Kegiatan yang mengusung tema “Membentuk Kader Himppelket Yang Inovatif Kompetitif Dan Cinta Budaya Bingkai Fraternitas” itu berlangsung di Balai Pengobatan Kusta, Desa Oeltua, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang.

Ketua Panitia MPAB Gregorius E. Jawa
menegaskan, dinamika dalam hidup berorganisasi akan lebih baik apabila diwarnai dengan berbagai macam kegiatan organisatoris. Itu dalam rangka memperkuat wawasan serta kemampuan anggotanya.

“MPAB merupakan kegiatan penting dalam rangka mencari dan menemukan sebuah format organisatoris sekaligus memberikan pendidikan organisasi kepada segenap anggt maupun kader Himppelket itu sendiri,” ucap Gregorius dalam laporan panitia.

Himppelket Kupang kata dia, merupakan pergumulan kaum intelektual yang terus eksis di setiap ruang dan waktu dalam mengemban misi bangsa, terutama dalam pelayanan terhadap masyarakat.

“Demi suatu proses pengkaderan maka segenap civitas Himppelket Kupang bersepakat untuk mengadakan MPAB demi melahirkan kader yang cerdas, kritis, solid, dan revolusioner,” tegasnya.

Terpisah, Ketua Umum Himppelket Kupang, Stefanus Go’o Ando menegaskan untuk 46 anggota baru tentu bukan merupakan hal yang mudah untuk menjaga wadah ini, sehingga masih kokoh seperti ini.

“Dibutuhkan konsolidasi ide dan gagasan dari para sesupuh, alumni, senior, badan pengurus dan simpatisan agar Himppelket yang tercinta ini dapat tetap eksis,” kata Stefanus dalam pidatonya.

Organisasi kata dia, sama seperti yang ingin mengetahui kedalaman suatu laut.

“Untuk mengetahui dalamnya laut, alangkah baik dan tepat apabila ia melompat ke laut dan menyelaminya, supaya ia dapat mengetahui dengan pasti seberapa dalam laut tersebut,” ujarnya

Organisasi ujar dia, sama seperti laut, yang kadang bergejolak, kadang tenang, dan kadang pasang surut.

Semua itu tegas dia, hanya tergambar dipermukaannya saja.

“Namun apabila kita menyelam di dalamnya kita akan mengetahui ada berbagai macam tumbuh karang, berbagai jenis ikan bahkan sampai palung dan gunung pun dapat kita jumpai. Itulah Himppelket kita,” tegasnya.

Stefanus meminta anggota baru yang dilantik itu untuk bersama-sama saling bergotong-royong dan bahu-membahu.

“Agar kita mampu menjalankan roda organisasi ini secara baik dan menjadikan organisasi yang tercinta ini sebagai salah satu motor penggerak untuk kepentingan pembangunan Nagekeo pada umumnya dan Keo Tengah pada khususnya,” harapnya.

Sementara itu, dewan pembina Himppelket Kupang Saturminus Jawa menyampaikan profesiat kepada 46 anggota baru Himppelket Kupang yang baru dilantik.

“Selamat kepada adik-adik 46 orang yang baru saja dilantik menjadi anggota Himppelket Kupang. Malam ini telah melahirkan calon pemimpin baru,” ucap Christian demikian Saturminus Jawa disapa

Ke-46 orang anggota baru itu kata dia, tidaklah sedikit. Tetapi amat sangat banyak.

“Tinggal bagaimana cara ketua dan sekretaris menghimpun mereka semua. Apabila dalam kegiatan formal oranisasi berlanjut terus dan tidak dilanjutkan maka proses kaderisasi akan mati,” tegas politisi Golkar itu

Christian menegaskan, proses kaderisasi dan latihan kepemimpinan sangat penting untuk dilaksanakan.

“Dimulai dari hal yang kecil misalnya, dari malu menjadi tidak malu. Proses pembinan dan pendidikan disini berbentuk formalitas kekeluargaan,” tutup Christian.

Penulis: Tarsi Salmon
Editor: Ardy Abba