Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KOMUNITAS»Revitalisasi Kampung Adat Pasca Kebakaran, Tagline “Nggela Kami Latu” Meluas
KOMUNITAS

Revitalisasi Kampung Adat Pasca Kebakaran, Tagline “Nggela Kami Latu” Meluas

By Redaksi15 Desember 20193 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Puluhan rumah adat di Perkampungan Adat Nggela ludes terbakar pada Oktober 2018 lalu (Foto: istimewa)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, Vox NTT-Sebuah tagline ‘Nggela Kami Latu’ atau ‘Nggela Kami Ada’ untuk perkampungan adat Nggela di Kabupaten Ende, Flores, NTT tersebar luas seantero.

Tagline ini sebenarnya untuk membangkitkan semangat orang untuk kembali membangun kampung adat Nggela pasca terjadi kebakaran pada 29 Oktober 2018 lalu.

Dalam peristiwa itu tercatat ada 22 rumah adat ludes terbakar. Ditambah dengan 10 rumah warga dan satu balai pertemuan juga dilahap si jago merah.

Atas peristiwa itu, tagline ‘Nggela Kami Latu’ muncul. Bahkan hingga kini tersebar luas.

Dikutip dari media Investor Daily, tagline ini digunakan oleh para relawan di Jakarta untuk berinisiatif membangun keaslian perkampungan adat Nggela.

Bahkan, para relawan ini menggalang dukungan dari berbagai pihak melalui acara Charity Bazar oleh Women International Club di JCC Senayan, Jakarta pada 11-12 Desember 2019.

Dalam acara itu, para relawan memamerkan kain tenun ikat Nggela serta beberapa produk fashion lainnya yang merupakan produk turunan dari kain tenun tersebut.

“Kami menjual kain tenun dan beberapa produk fashion turunan tenun yang dirancang oleh desainer kami. Seluruh keuntungannya akan langsung disumbangkan untuk pembangunan rumah adat (Nggela) tersebut,” ungkap Tatty Apriliyana, relawan Nggela Kami Latu Innitiative yang dikutip dari Investor Daily, Sabtu (14/12/2019) malam.

Tatty menambahkan, penggalangan dana oleh Relawan Nggela Kami Latu tidak semata-mata untuk membangun kembali rumah-rumah adat. Tetapi dalam rangka untuk menghidupkan kembali ritus-ritus adat yang sudah terhenti sejak kebakaran terjadi.

“Hal itu karena bagi masyarakat Nggela, rumah adat adalah permulaan bagi mereka memulai atau bagian pertama berbagai ritual adat. Sehingga apabila tidak ada rumah adat mereka tidak bisa memulainya,” terang Tatty di sela-sela acara Charity Bazar.

Dalam acara itu, Nggela Kami Latu Innitiative juga mendapatkan kesempatan untuk menampilkan budaya dan kesenian Nggela, berupa atraksi Tari Nggela yang ditampilkan oleh Komunitas Nggela Manggo Jabodetabek.

Dari keuntungan bazar tersebut semuanya didedikasikan bagi pembangunan rumah adat Nggela.

‘Walo Nua’

Diinformasikan, Nggela Diaspora sejagad raya akan menggelar ‘Walo Nua’ atau ‘Pulang Kampung’ yang direncanakan pada Mei 2020. Reuni ini rencananya akan dihadirkan seorang Antropolog dari negara Swiss, Prof. Willemijn de Jong atau kerap disapa Mama An.

Mama An ialah seorang warga asing yang juga turut membangun kampung adat Nggela. Salah satunya ialah Nggela masuk dalam pameran skala Internasional.

Dalam reuni diaspora Nggela nanti juga direncanakan ada beberapa agenda penting di antaranya adalah menjadikan Nggela sebagai desa adat. Model desa adat nantinya dibahas dalam acara Nggela Diaspora pada akhir Mei 2020.

Acara ‘Walo Nua‘ dihadirkan oleh semua warga Nggela yang tersebar di berbagai negara. Acara ini juga merupakan bagian dari tagline ‘Nggela Kami Latu‘ yang selama ini diserukan sebagai bentuk stimulasi kepada partisipan Kampung Adat Nggela.

Penulis: Ian Bala
Editor: Ardy Abba

Ende Nggela
Previous ArticleMuscablub Hanura NTT, Ini Nama Ketua DPC Tiga Kabupaten
Next Article PADMA Indonesia Desak Menaker Segera Mempercepat MoU dengan Malaysia

Related Posts

Kompak Indonesia Desak Jaksa Agung Ambil Alih Dugaan Korupsi Rp49,8 Miliar di Ende

8 Juli 2026

HWDI NTT Gelar Workshop Advokasi Berbasis Bukti, Dorong Akses Layanan Inklusif

6 Mei 2026

Prosesi Patung Bunda Maria Penolong Abadi Jadi Ikon Ziarah Umat Paroki Karot

2 Mei 2026
Terkini

Istri Wagub NTT Pantau Rumah Warga Terdampak Gempa di Manggarai

26 Agustus 2026

PUPR NTT Verifikasi 300 Rumah Terdampak Gempa di Desa Golo Mendo

26 Agustus 2026

Polda Jawa Tengah Salurkan Bantuan Sembako untuk Korban Gempa di Lengor

24 Agustus 2026

Karitas Keuskupan Ruteng Salurkan Bantuan untuk 11.907 Korban Gempa Flores

24 Agustus 2026

Keluarga Jakob Nuwa Wea Salurkan Rp1 Miliar untuk Korban Gempa Nagekeo

23 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.