Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HUKUM DAN KEAMANAN»Nelayan asal Palue Ditangkap Polisi karena Miliki Bom
HUKUM DAN KEAMANAN

Nelayan asal Palue Ditangkap Polisi karena Miliki Bom

By Redaksi30 Desember 20191 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Barang bukti dugaan kepemilikan bahan peledak oleh nelayan berinisial AT (Foto: Are De Peskim/VoxNtt.com)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Maumere, Vox NTT- Nelayan asal Palue, Sikka ditangkap aparat Polres Sikka karena kepemilikan bom pada Minggu (29/12/2019). Nelayan berinisial AT (50) tersebut merupakan warga Woja, RT 019/RW 06, Desa Lidi, Kecamatan Palue.

Polisi menemukan perangkat berupa 2 botol bir ukuran kecil lengkap dengan sumbu dan detonator. Alat-alat tersebut diduga hendak digunakan untuk mengebom ikan.

Kapolres Sikka AKBP Rickson Situmorang menerangkan penangkapan terhadap AT terjadi di Aiwora, Kecamatan Maurole, Kabupaten Ende.

“Ini merupakan hasil pengintaian selama sebulan. Penangkapan terjadi saat AT mampir di rumah singgah miliknya untuk mengambil bom ikan,” terangnya dalam konferensi pers di Polres Sikka, Senin (30/12/2019).

Selain dua botol perangkat bom yang siap diledakkan, Polisi juga menyita detonator, dua botol air mineral berisi pupuk, serta beberapa barang lainnya.

“Pupuk yang digunakan ini diduga memiliki kandungan amonium nitrat. Bukan pupuk yang biasa dijual di sini,” tambah Rikson.

AT diduga mempelajarinya ilmu merakit bom ikan secara otodidak. Polisi masih terus mendalami terduga pemasok bahan baku untuk merakit bom.

AT disangkakan melanggar Pasal 1 ayat 1 UU Darurat Nomor 12 Tahun 1991 tentang Kepemilikan Bahan Peledak. Ancaman hukumannya adalah hukuman mati, pidana penjara seumur hidup atau penjara minimal 20 tahun.

Penulis: Are De Peskim
Editor: Ardy Abba

Polres Sikka Sikka
Previous ArticleNelayan Palue Sebut Bom yang Ditemukan Polisi Milik Orang Lain
Next Article Polres Lembata Didesak Tahan Tersangka Penganiayaan Anak

Related Posts

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026

Penyidik Polresta Kupang Dinilai Tak Berani Periksa Tim SPPG Polda NTT

3 Maret 2026

Polres Manggarai Berhasil Ungkap Kasus Pencurian dan Kekerasan di Langke Rembong

2 Maret 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.