Zsolt Nemeth, Ketua Komite Urusan Luar Negeri Parlemen Hongaria bersama penerjemah Nando Watu sedang meninjau WTP di Kelurahan Rewarangga Ende (Foto: Ian Bala/VoxNTT)
alterntif text

Ende, Vox NTT-Zsolt Nemeth, Ketua Komite Urusan Luar Negeri Parlemen Hongaria dan Duta Besar Hongaria untuk Indonesia Judith Pach, serta beberapa delegasi lainnya meninjau Instalasi Pengolahan Air (IPA) atau Water Treatmen Plan (WTP) di Kelurahan Rewarangga, Kabupaten Ende, Flores, NTT.

WTP tersebut merupakan bantuan negara Hongaria terhadap Pemerintah Kabupaten Ende dalam rangka mengatasi masalah air bersih.

Zsolt Nemeth menyebutkan bahwa ada 36 unit bangunan WTP yang dihibahkan oleh negara Hongaria di Indonesia. Puluhan unit lainnya dibangun di wilayah Sumatera, Jawa dan Sulawesi.

“Bantuan WTP di Indonesia sebanyak 36 unit dibangun di seluruh wilayah Indonesia. Di Flores sendiri hanya dibangun di Kabupaten Ende. Sementara lainnya di daratan Sumatera, Jawa dan Sulawesi,” ungkap Nemeth di Kawasan WTP, Rewarangga, Jumat (17/01/2020) sore.

Selain program penyediaan air bersih, jelas Nemeth, negara Hongaria juga menyiapkan program pembangunan rumah sakit, program pembangunan infrastruktur jalan dan memberi beasiswa 100 orang muda Indonesia untuk mengikuti studi di Hongaria.

Ia menyatakan, sejumlah program tersebut merupakan bentuk diplomatik kedua negara yang sudah dijalankan selama 65 tahun sejak masa Presiden Soekarno.

Zsolt Nemeth, Ketua Komite Urusan Luar Negeri Parlemen Hongaria bersama Duta Besar Hongaria untuk Indonesia Judith Pach diterima Bupati Ende di Bandara H. Hasan Aroesboeman (Foto: Ian Bala/VoxNTT)

“Kami merasa bangga atas hubungan ini. Karena tahun ini kami merayakan hubungan diplomatik dan kami sangat bahagia,” kata dia.

“Dan kami bahagia berada di Ende sebab walau berbeda etnik budaya, ras dan agama namun tetap harmonis,” tambah Nemeth.

Direktur PDAM Ende, Yustinus Sani mengucap terima kasih kepada Pemerintah Hongaria atas bantuan WTP kepada masyarakat di kabupaten itu.

Sani menjelaskan, kemampuan WTP tersebut lebih besar dibandingkan WTP sebelumnya yakni 40 liter per detik dan kapasitas penampung 60 kubik.

Dengan adanya WTP, ia berharap dapat membantu penambahan sumber dan pendistribusian air dalam kota dari Wolowona hingga ke wilayah Boanawa.

“Diharapkan agar masyarakat turut serta menjaga sebab bantuan serupa tidak terjadi kedua kalinya. Perawatan tidak saja tanggung jawab kami PDAM tetapi juga oleh masyarakat sekitar,” tegas Sani.

Peninjauan WTP oleh delegasi Hongaria didampingi sejumlah pejabat Ende termasuk Direktur PDAM Yustinus Sani (Foto: Ian Bala/VoxNTT)

Hal serupa diungkapkan Bupati Ende H. Djafar H. Achmad usai peninjauan WTP tersebut.

Ia berharap agar dengan adanya bantuan ini dapat menjawab keluhan air bersih masyakarat selama ini. Oleh karena itu diharapkan agar pihak perusahaan air minum bersama masyarakat dapat merawat dengan baik.

Langkah ke depan, Bupati Djafar berjanji akan membangun sebuah bak penampung di wilayah Pesantren Walisanga. Bak tersebut berfungsi untuk distribusi air di wilayah Boanawa dan wilayah pesisir Pantai Selatan.

Penulis: Ian Bala
Editor: Ardy Abba