Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KESEHATAN»Sepanjang Januari 2020, Sudah 12 Kasus Demam Berdarah di Ende
KESEHATAN

Sepanjang Januari 2020, Sudah 12 Kasus Demam Berdarah di Ende

By Redaksi21 Januari 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, Vox NTT-Penyakit demam berdarah dengue (DBD) sedang mewabah, termasuk di Kabupaten Ende, NTT. Bahkan, hingga pertengahan Januari 2020 sudah 12 orang terserang kasus DBD.

“Ya, sudah 12 orang yang terserang kasus DBD. Data ini dari pihak rumah sakit yang dihimpun dari beberapa puskesmas,” ucap Kepala Bidang Penanggulangan Pencegahan Penyakit (P2P), Dinas Kesehatan Kabupaten Ende Ahmad Gulung di Ende, Selasa (21/01/2020) pagi.

Ahmad menyebutkan dari total kasus tersebut, mayoritas menyerang masyarakat dalam kota Ende.

Sesuai data, ada lima kasus di Puskesmas Kota, tiga kasus di Puskesmas Onekore dan tiga kasus di Puskesmas Kotaratu. Sedangkan sisa satu kasus terjadi di Puskesmas Ngalupolo, Kecamatan Ndona.

Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, Ahmad mengklaim bahwa kasus DBD menurun pada tahun 2020. Hal itu disebabkan intensitas curah hujan rendah pada tahun ini.

“Tahun lalu memang lebih tinggi. Saya lupa jumlah kasusnya berapa tetapi memang sudah menurun karena keadaan cuaca (hujan),” katanya.

“Ya, dari jumlah itu (12 kasus, red) memang tidak ada korban jiwa. Semua sudah ditangani oleh pihak rumah sakit,” ucap dia.

Meskipun tak ada korban jiwa, pihaknya terus melakukan pencegahan melalui aksi fogging. Kemudian pembagian abate serta beberapa tahap pencegahan lainnya yakni sosialisasi kepada masyarakat.

“Dan kita terus himbau kepada masyarakat agar lingkungan tetap bersih dan perhatikan potensi-potensi wadah yang menghidupkan jentik nyamuk. Ini terus kita lakukan aga virus tidak berkembang,” tutur Ahmad.

Penulis: Ian Bala
Editor: Ardy Abba

Ende
Previous ArticleWartawan Istana ke Pulau Bidadari di Luar Agenda Kepresidenan
Next Article Papan Informasi Proyek Senilai 14 M di Kupang Tidak Cantumkan Batas Waktu Pekerjaan

Related Posts

Kasus Kekerasan Anak di Manggarai Timur Masih Tinggi, Pemkab Siapkan Kanal “Pro-Puan Matim”

20 Mei 2026

PPK Sebut Plafon Ambruk di Puskesmas Narang Tidak Masuk Pengerjaan Rehabilitasi

16 Mei 2026

Plafon Puskesmas Narang Ambruk Saat Pelayanan, Petugas Soroti Proyek Rehabilitasi

15 Mei 2026
Terkini

Gabriel Goa Desak Penuntasan Kasus TPPO Mariance Kabu dan Yuliana Dopo

6 Juni 2026

Ahli Waris Yakin PN Kupang Putus Objektif Gugatan Peralihan Sertifikat dan Rumah

6 Juni 2026

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.