Warga Desa T'Eba di bawah pimpinan Kades Agustinus Amteme sementara menanam benih lamtoro di lereng bukit Tume, Sabtu, 25 Januari 2020 (Foto: Eman Tabean/Vox NTT)
alterntif text

Kefamenanu, Vox NTT- 17 ternak sapi milik warga Desa T’Eba, Kecamatan Biboki Tanpah, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) mati secara mendadak pada Desember 2019 lalu.

Kuat dugaan matinya 17 sapi milik warga Desa T’Eba tersebut akibat malnutrisi.

Itu lantaran sapi-sapi tersebut tidak mendapatkan pasokan pakan yang cukup.

Mengatasi kondisi tersebut, Kepala Desa T’Eba Agustinus Amteme yang baru dilantik tanggal 10 Desember 2019 itu membuat gebrakan.

Bersama-sama dengan aparat desa dan warga setempat, Kades Agustinus menanam lamtoro untuk kemudian dijadikan pakan ternak di lereng bukit Tume, Sabtu (25/01/2020).

Informasi dihimpun VoxNtt.com di lokasi kegiatan, pakan ternak yang ditanam oleh kades Agustinus dan warganya di lahan seluas 4 hektare.

Kepala Desa T’Eba Agustinus Amteme kepada wartawan menuturkan, benih lamtoro yang ditanam di lokasi bukit Tume sebanyak 40 kg.

Benih tersebut dibeli oleh Kades Agustinus dengan menggunakan dana pribadinya.

“Kemarin saya beli benih lamtoro kerambah ini dari Desa Lapeom sebanyak 40 kg dan kerja sama dengan seluruh aparat, dan LKMD serta masyarakat hari ini kita sama-sama lakukan penghijauan,” tuturnya Kades

Agustinus menuturkan, penanaman lamtoro ini merupakan bentuk nyata dari visi dan misi yang disampaikannya dalam pemilihan kepala desa beberapa waktu lalu.

Selain untuk memenuhi kebutuhan pakan ternak, jelasnya, penanaman pohon lamtoro ini juga untuk mencegah terjadinya erosi yang sering terjadi di kawasan bukit Tume.

Ia pun mengimbau tanaman yang sudah ditanam dapat dirawat dan dijaga dengan baik, sehingga tidak rusak.

“Siapa yang bakar, siapa yang lepas sapi di atas bukit yang sudah ditanam ini kalau ketahuan akan kita proses secara tegas,” tegasnya.

Penulis: Eman Tabean
Editor: Ardy Abba