Ketua umum panitia pelaksana Pesparani nasional Jamaludin Ahmad (kiri) didampingi Ketua pelaksana Pesparani nasional Sinun Petrus Manuk saat memberikan keterangan pers di Kupang, Senin, 3 Februari 2020 (Foto: Tarsi Salmon/Vox NTT)
alterntif text

Kupang, Vox NTT – Presiden Republik Indonesia (RI), Ir. Jokowi Widodo direncanakan akan membuka kegiatan Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) tingkat nasional yang digelar di Kupang pada Oktober 2020 mendatang.

“Agenda ini direncanakan akan dibuka oleh Presiden Republik Indonesia, Ir. Jokowi Widodo. Dan agenda penutupan diharapkan Wakil Presiden Ma’aruf Amin menutup Pesparani nasional ini,” ungkap Ketua Umum panitia pelaksana Pesparani Nasional Jamaludin Ahmad kepada wartawan di Kupang, Senin (03/02/2020).

Beberapa waktu lalu kata dia, pihaknya sudah bertemu dengan Wakil Presiden Ma’aruf Amin di Jakarta untuk membicarakan terkait kegiatan Pesparani tersebut.

“Beliau sangat memberikan apresiasi Pesparani Nasional dan mendukung penuh kegiatan ini,” Ujar Jamaludin yang juga Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi NTT itu.

Agenda penyelenggaraan Pesparani nasional direncanakan tanggal 28 Oktober sampai 1 September 2020.

“Yang fokus pembukaannya di Stadion Oepoi Kupang. Demikian juga dengan penutupannya. Itu dilaksanakan di Stadion Oepoi Kupang,” pungkasnya.

Peserta Pesparani nasional itu kata dia, dihadiri oleh utusan dari 34 provinsi se-Indonesia

“Peserta diharapkan dari 34 provinsi itu tanggal 25 Oktober semua sudah tiba di Kupang,” harap Jamaludin yang juga Asisten 1 Sekda Provinsi NTT itu.

Sementara itu, Ketua pelaksana Pesparani Nasional Sinun Petrus Manuk mengatakan, sumber anggaran kegiatan Pesparani nasional itu dari APBN dan APBD 1 Provinsi NTT.

“Ada APBN melalui Kementerian Agama, ada juga APBD 1. Memang kita sedang mencari tambahan-tambahan dana untuk lebih meyakinkan kerja panitia,” ujar mantan Kadis Pendidikan NTT itu.

Kegiatan itu juga kata dia, akan diikuti beberapa kegiatan yakni, pertama, akan digelar expo nusantara. Kedua, karnaval budaya nusantara. Ketiga, murah ramai milenial nusantara.

“Itu beberapa ikutan kegiatan di Pesparani nasional nanti,” kata Petrus Manuk.

Penulis: Tarsi Salmon
Editor: Ardy Abba