Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Kantor SDK Rende Matim Terbakar, 7 Laptop Ludes Dilalap Api
Regional NTT

Kantor SDK Rende Matim Terbakar, 7 Laptop Ludes Dilalap Api

By Redaksi4 Februari 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kantor SDK Rende yang ludes dilahap api. (Foto: Sandy Hayon/ Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT-Kantor Sekolah Dasar Katolik (SDK) Rende, Desa Lembur, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur (Matim) ludes terbakar, Senin (03/02/2020).

Saat ditemui di lokasi kejadian, Kepala SDK Rende, Martinus Beos (53) mengatakan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Namun, kerugian mencapai ratusan juta rupiah.

Dia menerangkan selain dokumen dan ratusan buku yang terbakar, juga 7 buah laptop, 4 buah komputer, alat printer, pengeras suara, sound system dan perlengkapan lainnya ludes dilalap si jago merah.

Terpantau, selain melahap seisi kantor itu, api juga melahap sebagian gedung perpustakaan sekolah. Akibatnya, ratusan buku juga ikut terbakar.

“Tadi waktu kejadian kami semua sudah pulang. Saya tidak tahu kenapa sampai terjadi kebakaran,” ujar Kepsek Martinus.

Dia juga menjelaskan, proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) akan tetap dilaksanakan, yakni dengan memanfaatkan beberapa ruangan yang tidak dilalap api.

“Kita tetap berjalan seperti biasa. Terima kasih juga buat para warga yang sudah membantu memadamkan api,” ucapnya.

Kepala Desa Lembur, Yohanes Baos mengatakan pemerintah desa bersama warga sudah berusaha memadamkan api dengan menggunakan tangki air dan jeriken.

“Tadi ada juga anak SMK datang bantu terus tanki airnya itu dari bapak Sil Reamur, ada juga oto kecil tadi. Sebagai kepala wilayah di sini saya mengucapkan terima kasih untuk semua bantuan,” katanya.

Kades Yohanes mengaku sudah menyampaikan peristiwa itu ke kecamatan, Dinas Pendidikan dan Pemuda dan Olahraga, DPRD, juga Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Manggarai Timur.

“Semoga ini menjadi perhatian pemda agar kegiatan KBM tetap berjalan sebagaimana mestinya,” ujar pria yang kerap disapa Yon itu.

Sementara itu, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon Kepala BPBD Matim, Antonius Dergong meminta Pemdes Lembur untuk membuat laporan atas peristiwa itu.

“Saya masih di Jakarta dengan pa Bupati, tolong dibuatkan laporan ke Dinas,” ujarnya.

Penulis: Sandy Hayon
Editor: Ardy Abba

BPBD Matim Manggarai Timur Matim
Previous ArticleRumah Terbakar, Warga Pantae TTU Rugi Ratusan Juta Rupiah
Next Article Cegah Peredaran Ikan Asin Berformalin, DKPP Mabar Sidak Kapal dan Pasar di Labuan Bajo

Related Posts

Kompak Indonesia Desak Kejati NTT Supervisi Kasus Dana BOK Puskesmas Benteng Jawa

14 Juli 2026

Dua Siswa SMPN 10 Poco Ranaka Lolos OSN Provinsi, Wakili Manggarai Timur

14 Juli 2026

Pengda INI dan IPPAT Manggarai Barat Sosialisasikan Hukum Pertanahan di Desa Batu Cermin

9 Juli 2026
Terkini

Eco-enzyme: Solusi Sederhana Mengolah Limbah Dapur Perkotaan

16 Juli 2026

Dua Wisatawan Asal China Tewas Tenggelam saat Snorkeling di Perairan Pulau Kelor

15 Juli 2026

Kompak Indonesia Desak Kejati NTT Supervisi Kasus Dana BOK Puskesmas Benteng Jawa

14 Juli 2026

Dua Siswa SMPN 10 Poco Ranaka Lolos OSN Provinsi, Wakili Manggarai Timur

14 Juli 2026

JPIC OFM dan FORKASI Adukan Konflik Agraria Tonggurambang ke Komnas HAM

13 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.