Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Warga Kota Kupang Paling Banyak Keluhkan Masalah Air Bersih
Regional NTT

Warga Kota Kupang Paling Banyak Keluhkan Masalah Air Bersih

By Redaksi7 Februari 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Anggota DPRD Kota Kupang dari PKB, Tehodora Ewalde Taek saat reses di Kelurahan Kelapa Lima, Jumat (07/02/2020) malam. (Foto: Ronis Natom/ Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT- Warga Kota Kupang, ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) paling banyak mengeluhkan kekurangan air minum bersih.

“Selama reses di beberapa titik, keluhan paling banyak itu soal air minum bersih,” aku Anggota DPRD Kota Kupang, Theodora Ewalda Taek saat reses di RT 1 dan 2, RW 1, Kelurahan Kelapa Lima, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang, Jumat (07/02/2020) malam.

Menurut Anggota Komisi IV DPRD Kota Kupang itu, selama reses di kurang lebih 5 titik, keluhan warga memang beragam.

Namun yang paling dominan adalah keluhan soal kesulitan mendapatkan air minum bersih.

Kemudian disusul dengan keluhan sampah, urusan bantuan sosial, proses pengurusan kartu kesehatan atau BPJS, dan lain-lain.

“Kalau keluhan lain seperti lampu penerangan jalan bisa dikomunikasikan ke Lurah juga RT dan RW setempat,” kata Theodora.

Ia mengaku, masalah air minum bersih belum dilakukan evaluasi secara menyeluruh. Theodora beralasan Dirut PDAM Kota Kupang baru saja dilantik dan belum bekerja.

“Kan belum kerja, baru saja dilantik. Kita lihat saja ke depannya,” imbuhnya.

Sebagai Anggota DPRD Komis IV yang menangani bidang kesehatan, Theodora mengaku keluhan yang berpautan dengan komisinya direkam dan akan masuk Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD), untuk selanjutnya dibahas pada Juni 2020 mendatang.

Untuk diketahui, saat reses di RT 1 dan 2, RW 1, Kelurahan Kelapa Lima, Theodora hadir bersama anggota DPRD Kota Kupang lain atas nama Simon A. Dima.

Simon sendiri menjelaskan, masalah-masalah seperti penerangan dan sampah harus ada pengaturan yang jelas dari pihak kelurahan.

“Untuk air kita lihat ke depan, ya karena ada bantuan 150 meter (saluran air) dari Pemerintah Pusat,” pungkasnya usai reses kepada VoxNtt.com.

Penulis: Ronis Natom
Editor: Ardy Abba

DPRD Kota Kupang Kabupaten Kupang
Previous ArticleBernando Seran: Tidak Ada Larangan untuk ASN Berpolitik
Next Article Kejari Kota Kupang Tahan 4 Tersangka Dugaan Kredit Fiktif Bank NTT

Related Posts

‘Gema Mabar’ Diluncurkan, Pemkab Manggarai Barat Fokus pada Ketahanan Pangan hingga Pariwisata Berkelanjutan

2 Juni 2026

Manggarai Barat Dorong Koperasi Desa Merah Putih Beroperasi Meski Belum Punya Gerai

30 Mei 2026

Pemkab Manggarai Barat Evaluasi Seluruh Destinasi Wisata Usai Insiden WNA Austria Terjatuh di Jembatan Gantung

30 Mei 2026
Terkini

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Tinjau Pembangunan Sanitasi dan Lokasi HPL di Manggarai Barat

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.