Yuvensia Jeflin (17) dan teman-temannya saat menampilkan tarian Wela Rana (Foto: Ardy Abba/Vox NTT)
alterntif text

Labuan Bajo, Vox NTT-Tidak pakai waktu lama bagi Yuvensia Jeflin (17) untuk berlatih menari di depan ratusan penonton, Sabtu (08/02/2020). Siswi kelas X Jurusan Administrasi Perkantoran SMK Bina Mandiri Nggorang itu mengaku hanya sehari berlatih.

Kendati demikian, ia tampil memukau di depan ratusan penonton di halaman SMK yang terletak di Desa Nggorang, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) itu.

Para anggota Perhimpunan Wartawan Manggarai Barat (PWMB), puluhan guru, dan siswa tampak menikmati penampilan tarian tunggal Yuvensia di awal kegiatan.

Mengenakan kebaya merah, kain songket Manggarai dan hiasan kepala beragam warna (bali belo), Yuvensia tampil dalam acara menyambut Hari Pers Nasional (HPN) PWMB 2020 di halaman SMK Bina Mandiri.

Berbagai asesoris budaya Manggarai yang dikenakan itu menambah deretan daya pikat lenggak-lenggok penari remaja dengan perawakan cantik itu.

Baca Juga: Bangga dengan Wartawan Manggarai Barat

Alunan musik Manggarai disambut dengan hentakan kaki terukur dan liukan badan Yuvensia dalam memainkan salendang songket mampu memikat mata ratusan penonton. Sontak tepuk tangan meriah dengan suara riuh rendah bernada pujian datang dari berbagai sudut halaman sekolah itu.

“Latih di sekolah baru kemarin kaka. Latihannya tidak lama,” ucap Yuvensia saat ditemui VoxNtt.com usai kegiatan.

Ia mengaku, tarian tunggal yang dipentaskannya di awal acara dikenal dengan nama “Manik Congka Sae”. Gerakan tarian khas Manggarai ini dilatih oleh salah seorang guru dan dipadu dari sumber Youtube sebagai inisiasi Yuvensia.

Ya, di siang yang cerah itu Yuvensia memang tampil sebagai bintang. Bagaimana tidak, selain senyum manis yang kerap ditawarkan dari wajahnya yang cantik, ia juga tampil beberapa kali dalam tarian group sepanjang acara berlangsung.

Yuvensia Jeflin (17) saat tampil dalam tarian tunggal Manik Congka Sae di awal acara (Foto: Ardy Abba/ Vox NTT)

Terpantau, dalam tarian group Wela Rana ia juga tampil di barisan depan untuk memipin teman-temannya yang lain.

Di mata Yuvensia, untuk menghasilkan gerakan tarian Manggarai terbaik memang gampang-gampang susah. Namun bagi dia tidak begitu sulit, sebab sudah sering tampil menari saat duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama.

“Saya sering menari sejak SMP. Gampang memang kalau kita kuasai gerakannya. Tapi saat saat latihan pertama kali sulit,” pungkasnya.

Acara menyambut HPN 2020 dari PWMB tersebut memang dijalankan penuh semarak. Bagaimana tidak, selain membantu merehab salah satu gedung sekolah, pada Sabtu siang itu ada beragam acara yang dipentaskan.

Acara-acara itu, antara lain, tarian-tarian, puisi, drama, pembacaan “surat cinta” untuk wartawan, dan diselingi dengan sambutan-sambutan.

Ketua PWMB Servatinus Mamilianus dalam sambutannya mengatakan, pihaknya sengaja memilih SMK Bina Mandiri untuk merayakan HPN 2020 dengan berbagai pertimbangan.

Para anggota PWMB, guru, dan siswa saat pose bersama usai kegiatan (Foto: Ardy Abba/ Vox NTT)

Menurut Servan, walaupun persiapan perayaan HPN PWMB 2020 terkesan mendadak, namun ia memuji penyambutan yang luar biasa dari SMK Bina Mandiri.

“Apa yang kami berikan (bantuan merehab gedung) memang tidak sebesar pelayanan sekolah kepada kami. Kalau pun apa yang kami berikan di luar harapan sekolah, kami minta maaf,” ucap dia dengan tulus.

Di balik perayaan HPN PWMB 2020, Servan SMK Bina Mandiri bisa terkenal karena pemberitaan media massa untuk selanjutnya diperhatikan oleh para pemangku kepentingan.

Sementara itu, Kepala SMK Bina Mandiri Dionisius Rajen menyampaikan terima kasih karena sudah membantu merehab gedung di sekolah itu.

Menurut dia, bantuan tersebut merupakan bukti bahwa para wartawan di Mabar sangat peduli dengan keberlangsungan dunia pendidikan.

“Ini adalah bantuan dari teman-teman media. Luar biasa,” puji Dionsius disambut dengan tepuk tangan para guru dan siswa.

Penulis: Ardy Abba