Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Meski Banyak Pipa Air di Pinggir Jalan, Desa Bonibais Malaka Kekurangan Air Bersih
Regional NTT

Meski Banyak Pipa Air di Pinggir Jalan, Desa Bonibais Malaka Kekurangan Air Bersih

By Redaksi11 Februari 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Bak penampungan air di Dusun Sonaf A yang sudah tidak terisi air bersih hampir sepekan terakhir ini. Foto diambil (11/02/2020) (Foto: Frido Umrisu Raebesi/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Betun, Vox NTT- Desa Bonibais, Kecamatan Laenmanen, Kabupaten Malaka hingga kini masih kekurangan pasokan air bersih.

Padahal, berdasarkan pantauan VoxNtt.com, ada banyak pipa menjalar di pinggir jalan menuju desa itu.

Informasi yang dihimpun, air mandek dan tidak jalan lantaran endapan lumpur di sekitar mata air Inkati.

Maria, warga Dusun Sonaf A, Desa Bonibais mengeluhkan kondisi kekurangan air bersih tersebut.

Ia mengaku, selama ini program air bersih hanya untuk pengadaan pipa.

Pipa air tersebut hanya dipajang di pinggir jalan. Sementara airnya tidak mengalir dalam pipa.

“Kami hanya banyak pipa saja di pinggir jalan. Tapi jarang mengalir, bahkan hampir tidak pernah ada air. Banyak bak penampung juga hanya tegak berdiri tanpa ada isinya,” tutur Maria kepada VoxNtt.com di Dusun Sonaf A, Selasa (11/02/2020).

Senada dengan Maria, Wili seorang warga Dusun Baunuba B mengaku, banyak warga setempat terpaksa membeli air dari ‘ojek air’ yang ada di Desa Bonibais.

Pipa yang tidak teraliri air Foto diambil (11/02/2020) (Foto: Frido Umrisu Raebesi/Vox NTT)

Mereka menyewa tukang ojek untuk menacari air. Satu jeriken dibandrol dengan harga Rp 2000.

“Mau tidak mau ya harus. Air tidak ada kita mati semua,” ujar Wili.

Terkait hal ini, salah satu tokoh masyarakat setempat, Simon Sekundus berharap dapat diselesaikan atau dimusyawarakan dalam Musrambangcam Laenmanen.

“Kita akan usulkan di Musrambangcam sebentar dan kembali kita akan upayakan pembenahan mata air Inkati dengan tokoh adat, tokoh agama dan Pemdes Bonibais,” kata Simon.

Penulis: Frido Umrisu Raebesi
Editor: Ardy Abba

Desa Bonibais Malaka
Previous ArticleDPRD NTT Tolak Investasi yang Abaikan Konservasi di TNK
Next Article Ronaldo Asury Ingatkan Para Kades Jauhi Korupsi

Related Posts

‘Gema Mabar’ Diluncurkan, Pemkab Manggarai Barat Fokus pada Ketahanan Pangan hingga Pariwisata Berkelanjutan

2 Juni 2026

Manggarai Barat Dorong Koperasi Desa Merah Putih Beroperasi Meski Belum Punya Gerai

30 Mei 2026

Pemkab Manggarai Barat Evaluasi Seluruh Destinasi Wisata Usai Insiden WNA Austria Terjatuh di Jembatan Gantung

30 Mei 2026
Terkini

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Tinjau Pembangunan Sanitasi dan Lokasi HPL di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Kejari Manggarai Barat Pulihkan Kerugian Negara Rp2,09 Miliar dari Dua Kasus Korupsi

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.