Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KESEHATAN»Diduga Terkena DBD, Anak Umur 5 Tahun di Matani Kupang Meninggal
KESEHATAN

Diduga Terkena DBD, Anak Umur 5 Tahun di Matani Kupang Meninggal

By Redaksi16 Februari 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kuburan RD, anak berumur 5 tahun yang diduga terkena DBD
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT- RD, seorang anak berusia 5 tahun di RT 17, Desa Penfui Timur, Kecamatan Kupang Tengah, meninggal pada Kamis, 13 Februari 2020, karena diduga terkena Demam Berdarah Dengue (DBD).

Sebelumnya pada Rabu 12 Februari, RD dirujuk dari RS Kartini ke Rumah Sakit Kota Kupang.

Salah satu anggota keluarga berujar, RD meninggal usai mengalami penurunan trombosit. Ia meninggal akibat terserang DBD.

“Meninggal pukul 18.00 di Rumah Sakit Kota. Kami jemput di sana tadi karena DBD,” ujar salah satu anggota keluarga RD, Kamis (13/02/2020) malam.

Salah satu warga Desa Penfui Timur yang hadir dalam upacara pemakanan RD pada Sabtu (15/02) menyebut bahwa DBD adalah gejala menyeluruh di NTT. Gejala itu sudah ada di Desa Penfui Timur, bahkan sampai ada korban jiwa.

“Di sini tidak ada tindakan pencegahan sudah ada korban baru mereka datang mau fogging. Kan sama saja,” ujar warga berinisial AB itu.

Sementara itu, Kepala Desa Penfui Timur Kleopas Nome menjelaskan, dalam surat kematian yang disampaikan RSUD Kota Kupang, dia pun belum bisa memastikan secara jelas soal penyebab kematian RD oleh karena DBD.

“Itu bahasa media saya juga tidak bisa memastikan bahwa dia (RD) meninggal gara-gara DBD,” katanya.

Ia mengaku, Pemdes Penfui Timur mengaku akan melakukan fogging pada Selasa 18 Februari mendatang.

“Kita sudah koordiansi dengan dokter. Sebenarnya hari ini (Sabtu 15/02) tapi karena berhalangan nanti akan ada fogging pada hari Selasa,” ujar Kleopas.

Penulis: Ronis Natom
Editor: Ardy Abba

Kabupaten Kupang
Previous ArticleKomisi IX DPR RI Jemput WNI Wuhan di Halim
Next Article Dokter Pastikan Anak Umur 5 Tahun di Matani Kupang Meninggal karena DBD

Related Posts

Apotek K-24 Resmikan Outlet di Labuan Bajo, Perluas Akses Layanan Kesehatan 24 Jam

4 Agustus 2026

Polisi Patroli dan Pantau Camp Pemuda GMIT di Amarasi Timur

30 Juni 2026

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026
Terkini

Pemuda 22 Tahun Ditemukan Meninggal di Dekat Tenda Pengungsian Pascagempa Nagekeo

20 Agustus 2026

Kepala Bapanas Pastikan Beras Pengungsi NTT Aman

20 Agustus 2026

Menteri Pertanian Salurkan 8 Truk Beras untuk Pengungsi Gempa di Reok

20 Agustus 2026

Pimpinan DPD RI Serahkan Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Gempa Flores

19 Agustus 2026

Mahasiswa Jakarta Gelar Aksi Peduli Gempa Flores NTT

19 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.