Kuburan RD, anak berumur 5 tahun yang diduga terkena DBD
alterntif text

Kupang, Vox NTT- Pihak Rumah Sakit Umum S.K Lerik Kota Kupang memastikan RD (5) meninggal lantaran terkena Demam Berdarah Dengue (DBD).

Kepala RSU S.K Lerik, dr. Marsiana Halek saat dikonfirmasi VoxNtt.com, Minggu (16/02/2020) petang mengungkapkan, RD meninggal gara-ara Demam Berdarah.

Ia membantah, jika RD sebelumnya adalah pasien rujukan dari RS Kartini Kupang.

“Alamat betul dari Penfui, umur 5 tahun
bukan rujuk dari Kartini, rujukan Kartini pulang baik. Memang kalau betul atas nama Marianus, pasien DBD, masuk sudah dalam posisi kritis, syok berat, tidak sampai 24 jam di kami, pasien meninggal,” ungkap dr. Marsiana.

Dikabarkan sebelumnya, RD seorang anak berusia 5 tahun di RT 17, Desa Penfui Timur, Kecamatan Kupang Tengah, meninggal pada Kamis, 13 Februari 2020, karena diduga terkena Demam Berdarah Dengue.

Sebelumnya pada Rabu 12 Februari, RD dirujuk dari RS Kartini ke Rumah Sakit Kota Kupang.

Salah satu anggota keluarga berujar, RD meninggal usai mengalami penurunan trombosit. Ia meninggal akibat terserang DBD.

“Meninggal pukul 18.00 di Rumah Sakit Kota. Kami jemput di sana tadi karena DBD,” ujar salah satu anggota keluarga RD, Kamis (13/02/2020) malam.

Salah satu warga Desa Penfui Timur yang hadir dalam upacara pemakanan RD pada Sabtu (15/02) menyebut bahwa DBD adalah gejala menyeluruh di NTT. Gejala itu sudah ada di Desa Penfui Timur, bahkan sampai ada korban jiwa.

Baca: Diduga Terkena DBD, Anak Umur 5 Tahun di Matani Kupang Meninggal

“Di sini tidak ada tindakan pencegahan sudah ada korban baru mereka datang mau fogging. Kan sama saja,” ujar warga berinisial AB itu.

Sementara itu, Kepala Desa Penfui Timur Kleopas Nome menjelaskan, dalam surat kematian yang disampaikan RSUD Kota Kupang, dia pun belum bisa memastikan secara jelas soal penyebab kematian RD oleh karena DBD.

“Itu bahasa media saya juga tidak bisa memastikan bahwa dia (RD) meninggal gara-gara DBD,” katanya.

Ia mengaku, Pemdes Penfui Timur mengaku akan melakukan fogging pada Selasa 18 Februari mendatang.

“Kita sudah koordiansi dengan dokter. Sebenarnya hari ini (Sabtu 15/02) tapi karena berhalangan nanti akan ada fogging pada hari Selasa,” ujar Kleopas.

Penulis: Ronis Natom
Editor: Ardy Abba