DPRD Mabar saat RDP dengan ULP PLN Labuan Bajo, Selasa (18/02/2020) (Foto: Sello Jome/Vox NTT)
alterntif text

Labuan Bajo, Vox NTT- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Manggarai Barat (DPRD Mabar) menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Unit Layanan Pelanggan (ULP) PLN Labuan Bajo, Selasa (18/02/2020).

RDP yang digelar di ruangan internal DPRD Mabar dipimpin langsung oleh Ketua Edistasius Endi dan diikuti oleh sejumlah anggota dewan dan Supervisor Pelanggan Likito. Dia merupakan perwakilan ULP PLN Labuan Bajo.

Saat RDP, Blasius Janu salah satu anggota DPRD menyebut PLN Labuan Bajo tidak mampu bekerja. Hal itu disampaikan setelah melihat kondisi kelistrikan yang terjadi di Mabar.

Blasius membeberkan alasannya dirinya menyebut PLN Labuan Bajo tidak mampu bekerja.

“Buktinya jelas, banyak rakyat yang mengeluh tidak mendapatkan pelayanan PLN yang baik,” ungkap Blasius saat dikonfirmasi VoxNtt.com usai RDP.

Ia juga mengaku kecewa ketika daerah Dusun Menjaga, Desa Macang Tanggar, Kecamatan Komodo yang memiliki industri perikanan hingga kini belum teraliri listrik.

Padahal kata dia, di Menjaga akses jalan sudah puluhan tahun yang lalu dirintis.

“Apalagi ada hambatan lingkungan hidup bahwa melarang tancap apa segala macam. Ini ada apa?” tukas Blasius.

Ia mengatakan, alasan pihak PLN tidak mengaliri listrik ke Menjaga yaitu tidak mendapat izin dari lingkungan hidup.

“Loh, emangnya lingkungan hidup bukan aparatur Negara?” tanya Blasius.

Sebagai solusi, ia pun meminta Ketua DPRD Mabar agar menelepon atau melayangkan surat ke Kementerian Lingkungan Hidup untuk mempertanyakan mengapa hal ini terjadi.

Hal yang sama diutarakan oleh Wilhelmus Syukur anggota DPRD Fraksi NasDem.

Wilhelmus menyebut salah satu persoalan yang menjadi keluhan masyarakat yaitu listrik.

“Katanya arus listrik kita surplus, tapi kenapa masih banyak desa yang belum dialiri listrik?” tanya Wilhelmus saat RDP.

Jika situasinya demikian kata dia, artinya PLN Labuan Bajo memang tidak mampu bekerja dengan baik.

Menanggapi apa yang disampaikan DPRD Mabar, Supervisor Pelanggan ULP PLN Labuan Bajo Likito mengatakan hal itu hanya terkait koordinasi.

“Sebetulnya ini hanya terkait koordinasi ya. Semuanya masih dalam proses pengajuan. Tadikan ada prosedur beberapa dokumen yang harus dilengkapi. Nah dokumen itu kan masih dalam proses,” ungkapnya saat ditemui VoxNtt.com usai RDP.

Dia berjanji akan berkoordinasi mengenai hal ini dengan Kantor PLN wilayah Flores Barat.

Penulis: Sello Jome
Editor: Ardy Abba