Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Dinas PUPR Matim Jangan Cuci Tangan Soal Proyek Jalan Berkualitas Buruk
Regional NTT

Dinas PUPR Matim Jangan Cuci Tangan Soal Proyek Jalan Berkualitas Buruk

By Redaksi19 Februari 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Anggota DPRD Matim, Lucius Modo
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT-Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Manggarai Timur, Lucius Modo angkat bicara terkait proyek jalan Lapisan Penetrasi Macadam (Lapen) di Kecamatan Kota Komba yang diduga berkualitas buruk.

Luko, sapaan akrab Lucius Modo, meminta kontraktor pelaksana dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Matim tidak boleh cuci tangan terkait banyaknya kualitas pembangunan infrastruktur jalan yang buruk.

Luko menegaskan, jika kondisi proyek jalan rusak dan tidak bertahan lama, maka harus dikerjakan ulang dari awal sampai akhir.

“Dinas PU dan kontraktor jangan baku tolak, jangan lepas tangan. Jangan tambal sulam nanti lebih parah kualitasnya,” ujar Luko kepada VoxNtt.com di Hotel Aston Kupang, Selasa (18/02/2020).

Menurut Ketua DPC Partai Demokrat Matim itu, kelemahan selama ini adalah konsultan pengawas proyek merupakan orang dari Dinas PUPR sendiri dan tidak memakai jasa pihak ketiga.

“Itu namanya pengawas swakelola. Kita tidak pakai pihak ketiga,” tandas anggota DPRD dari Dapil Kota Komba itu.

Luko mengaku, dulu pengawas proyek adalah pihak ketiga. Namun sesudah dievaluasi pihak ketiga dianggap tidak menjalankan fungsi pengawasan dengan baik. Itu sebabnya dipakai pengawas swakelola.

“Kita kasih swakelola, malahan lebih ambruk lagi kualitasnya,” tegasnya.

Ia pun menyarankan beberapa poin penting; pertama, waktu seleksi pelelangan paket proyek Dinas PUPR sudah seharusnya punya catatan tentang kinerja kontraktor sebelumnya.

Jika memiliki catatan buruk harus dipertimbangkan untuk tidak dipakai lagi.

“Kalau kontraktor yang tiap tahun buat masalah, ya jangan dipakai lagi kan bisa kasih ke kontraktor yang selama ini kerjanya bagus,” ujar Luko.

Kedua, manfaatkan lagi konsultan pengawas pihak ketiga. Selanjutnya, Dinas PUPR sendiri menjadi pengawas fisik. Lebih banyak yang mengawasi, katanya, akan jauh lebih bagus.

Ketiga, Dinas PUPR harus mengajarkan secara serius tentang tahapan-tahapan pengerjaan di lapangan, juga menggunakan material yang memiliki kualitas buruk.

Penulis: Ronis Natom
Editor: Ardy Abba

Baca Juga:

  • Usai Diberitakan, Pemkab Matim Tinjau Langsung Dua Proyek Lapen
  • Proyek Lapen di Matim Diduga Berkualitas Buruk, Anggota DPRD NTT Prihatin
  • Habiskan 7 M Lebih, Jalan Lapen yang Dikerjakan Pemilik Mario Hotel Rusak Parah
  • Baru Sebulan Selesai Kerja, Lapen di Kota Komba Sudah Rusak
Dinas PUPR Matim DPRD Matim Kabupaten Kupang Lucius Modo Matim
Previous ArticleIntip Pasar Malam di Marapokot, Ada Siswa SD Jago Bermain Rolet
Next Article Proyek Jalan Berkualitas Buruk di Matim Layak Disebut Penyakit Endemik

Related Posts

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

‘Gema Mabar’ Diluncurkan, Pemkab Manggarai Barat Fokus pada Ketahanan Pangan hingga Pariwisata Berkelanjutan

2 Juni 2026

Manggarai Barat Dorong Koperasi Desa Merah Putih Beroperasi Meski Belum Punya Gerai

30 Mei 2026
Terkini

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.