Emi Nomleni ketika dikalungkan kain songket dan selendang. (Foto: Sandy Hayon/Vox NTT)
alterntif text

Borong, Vox NTT-Ketua DPD Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Provinsi NTT, Emilia Nomleni berkunjung ke sekretariat PDI-P Manggarai Timur (Matim) di Peot, Kelurahan Satar Peot, Kecamatan Borong, Selasa (25/02/2020).

Pantauan VoxNtt.com, Nomleni tiba di kantor PDI-P Matim sekitar pukul 19.00 Wita. Ia didampingi Sekretaris DPD PDI-P Provinsi NTT Yunus Takandewa dan beberapa kader partai itu.

Rombongan pun diterima secara adat kepok sundung (acara penerimaan tamu). Selain itu, Nomleni juga dikenakan kain songket (kain motif Manggarai) dan selendang.

Usai dikenakan busana seluruh kader partai pun berserempak memanggil Nomleni molas (cantik). Ia pun tampak tersenyum. Sambil berjabat tangan rombongan langsung diarahkan untuk memasuki ruangan.

Dalam pertemuan itu, Ketua DPC PDI-P Matim Marselis Sarimin Karong mengatakan, DPC PDI-P tengah melakukan konsolidasi, juga penguatan kader di tingkat kecamatan.

Sejak kongres, jelas Mantan Kapolres Manggarai itu, pihaknya selalu melakukan rapat dua kali dalam sebulan.

Kendati demikian, kata dia, masih banyak sisi kelemahan di DPC. Itu di antaranya masih banyak yang kurang aktif.

“Kami sudah ada lima PAC yang sudah masif dalam melakukan konsolidasi dalam kepengurusannya, sementara untuk empat PAC lainnya masih pertahankan pengurus lama yang aktif,” ujarnya.

Dikatakannya, ada agenda besar untuk DPC Matim ke depan yakni menghidupkan badan-badan partai dan kosentrasi dalam kegiatan penghijauan di seluruh kecamatan yang ada di Matim.

Nomleni Bernostalgia

Sementara itu, Nomleni menuturkan ucapan molas mengingatkan dirinya pada kontestasi Pilgub beberapa waktu lalu.

“Saya sering disapa molas ketika berkeliling Manggarai pada dua tahun lalu. Sehingga kata itu tidak begitu asing bagi saya,” ujar wanita yang juga menjabat sebagai Ketua DPRD NTT itu.

Dikatakannya, kesolidasi merupakan kekuatan terpenting dalam menghidupkan roda organisasi.

“Saya bersama rombongan DPD melakukan perjalanan dalam rangka untuk konsolidasi, kita bersepakat untuk solid pasti semuanya bisa terselesaikan,” katanya.

Dia juga mengajak DPC PDIP agar menyelesaikan setiap persoalan dan dinamika partai melalui musyawarah mufakat dan kekeluargaan.

“DPC harus merangkul semua untuk menyelesaikan banyak soal dan partai ini banyak membutuhkan sentuhan-sentuhan maupun rangkulan dan itu sesuatu yang luar biasa,” tukasnya.

Sesulit apapun, jelas dia, rangkulan itu membuat semua kader selalu bersama-sama dalam rumah besar PDIP.

Penulis: Sandy Hayon
Editor: Ardy Abba