Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HUKUM DAN KEAMANAN»Warga Ende Ini Nekat Gantung Diri di Pondok
HUKUM DAN KEAMANAN

Warga Ende Ini Nekat Gantung Diri di Pondok

By Redaksi3 Maret 20201 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Illustrasi
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, Vox NTT-Kristoforus Napa (32), warga Dusun Tepatae, Desa Dile, Kecamatan Detusoko, Kabupaten Ende, NTT nekat mengakhiri hidupnya dengan cara menggantung diri di sebuah pondok wilayah setempat.

“Ya, kami mendapatkan laporan dan langsung olah TKP. Kami menemukan korban sedang gantung diri dan keadaan sudah meninggal dunia,” ucap Kapolsek Detusoko Lukas B. Lile kepada VoxNtt.com, Selasa (03/03/2020) sore.

Ia menyebutkan, peristiwa naas tersebut terjadi pada Minggu 1 Maret lalu. Korban dikabarkan ke kebun untuk memindah ternak peliharaannya.

Namun, keluarga mengaku cemas karena hingga Pukul 19.00 Wita, korban tak kunjung kembali ke rumah.

“Keluarga lalu mencari korban ke kebun yang jarak sekitar satu kilometer. Lalu mereka ke pondok dan mendobrak pintu. Korban dilihat sudah tak bernyawa dan kondisi tergantung,” jelas Kapolsek Lukas.

Atas peristiwa tersebut, warga setempat akhirnya melaporkan ke aparat kepolisian wilayah setempat. Polisi kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara.

Lukas menjelaskan, untuk mengetahui keterangan lengkap jasad korban dibawa ke RSUD Ende untuk menjalani visum secara medis. Korban dipastikan sudah tak bernyawa lagi dan jasad dikembalikan ke kampung halamannya.

“Ya, keluarga ikhlas menerima peristiwa yang menimpah korban. Kita sudah menjalani sesuai prosedur dan hasil visum belum kami terima,” ucap Lukas.

Penulis: Ian Bala
Editor: Ardy Abba

Ende
Previous ArticleKementerian PUPR Gelar Bimtek SMKK di Matim
Next Article Video: Intip Persiapan Angel Putri NTT Menuju Ajang Putri Indonesia 2020

Related Posts

Kejari Manggarai Barat Pulihkan Kerugian Negara Rp2,09 Miliar dari Dua Kasus Korupsi

4 Juni 2026

Edi Hardum Minta Menteri HAM Awasi Penanganan Laporan Bupati Hery Nabit di Polres Manggarai

4 Juni 2026

LBH GAMKI NTT Buka Layanan Konsultasi Hukum Gratis untuk Masyarakat

3 Juni 2026
Terkini

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Tinjau Pembangunan Sanitasi dan Lokasi HPL di Manggarai Barat

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.