Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KESEHATAN»Awal Tahun 2020, Pemkab Manggarai Tangani 23 Kasus DBD
KESEHATAN

Awal Tahun 2020, Pemkab Manggarai Tangani 23 Kasus DBD

By Redaksi10 Maret 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai, dr. Yulianus Weng (Foto: Dok. Ardy Abba/ Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT- Pemerintah Kabupaten Manggarai menangani 23 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di awal tahun 2020.

Kasus DBD itu tersebar di beberapa kecamatan yakni Cibal ada 9 kasus, Cibal Barat ada 1 kasus, Ruteng 1 kasus, Langke Rembong ada 10 kasus, dan Satarmese ada 2 ada kasus. Sedangkan untuk Kecamatan Langke Rembong semuanya kasus “impor”.

“Dari 23 yang positif, kasus DBD di Kabupaten Manggarai sampai saat ini ada 20 kasus sudah sembuh, ada 2 kasus sedang dirawat dan 1 orang meninggal dunia. Kasus DBD tersebut semenjak tangga 21Januari tahun 2020,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai, dr. Yulianus Weng kepada VoxNtt.com, Selasa (10/03/2020) pagi.

“Kasus DBD yang meningga 1 orang dari Desa Ladur, Kecamatan Cibal, yaitu anak umur 2,2 tahun,” tambah dia.

Yulianus mengatakan, penanganan kasus DBD di Kabupaten Manggarai yaitu penyuluhan-penyuluhan yang terus diintensifkan di tingkat RT, RW dan pembagian kelambu, dan pembagian abate.

“Setiap ada kasus segera ditangani baik di puskesmas maupun di rumah sakit. Sedangkan sejak Januari sampai dengan Maret tahun 2020 tren kasusnya menurun,” katanya.

Ia mengungkapkan, Dinkes Kabupaten Manggarai mencatat jumlah kasus DBD tahun 2019 ada 104 kasus. Kondisi ini lebih tinggi tahun lalu, ketimbang tahun 2020 yaitu hanya 23 kasus DBD. Jumlah tersebut memang untuk sementara.

Yulianus menguraikan, umur yang terkena DBD bervariasi yaitu dari 1,8 – 55 tahun.

“Penyebab DBD itu, virus yang ditularkan oleh nyamuk aedes aegypti,” jelasnya

Yulianus menyarankan kepada masyarakat agar meningkatkan kebersihan lingkungan sekitar rumah masing-masing.

Kemudian, melaksanakan kegiatan menguras, mengubur, menutup, memantau tempat yang potensial sebagai tempat nyamuk (4 M). Lalu, bila ada anggota keluarga yang sakit sesegera mungkin mendatangi petugas kesehatan terdekat agar ditangani.

KR: L. Jehatu
Editor: Ardy Abba

Dinkes Manggarai Kabupaten Manggarai
Previous ArticleTertibkan Data Penduduk, Pemda Ende Segera Kirimkan Petugas Disdukcapil ke Kutai Timur
Next Article Penanganan Psikologis untuk Korban Penganiayaan Dinilai Sangat Penting

Related Posts

Keluarga Selviana Tijung Adukan Kematian Ibu Hamil ke DPRD Manggarai Timur

6 September 2026

Kasus Kematian Bumil Korban Gempa di Matim, Aktivis Desak Copot Dirut RSUD Borong

4 September 2026

RSUD Borong Klaim Ibu Hamil Minta Maaf ke Nakes, Suami: Itu Omong Kosong

3 September 2026
Terkini

Pemkab Manggarai Barat Terima Dana CSR dari Bank NTT

15 September 2026

Ketua DPW NasDem NTT Turun Langsung Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa di Manggarai Raya

15 September 2026

Tokoh Muda Batu Tiga Pastikan Dukung Arfandi di Pilkades 2026

15 September 2026

Kafegama dan JPIC OFM Tuntaskan Distribusi 1.265 Paket Bantuan di Sambi Rampas Manggarai Timur

15 September 2026

Desil, Data, dan Keadilan

15 September 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.