Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KESEHATAN»FAN Terjemahkan Buku Panduan Menghadapi Virus Corona, Silakan Download di Sini
KESEHATAN

FAN Terjemahkan Buku Panduan Menghadapi Virus Corona, Silakan Download di Sini

By Redaksi19 Maret 20203 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Virus Corona. Gambar disadur dari google.com/coronavirus
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT-Forum Academia NTT (FAN) menerjemahkan sebuah buku tentang panduan menghadapi penyebaran virus corona yang belakangan ini meresahkan masyarakat.

Buku hasil terjemahan ini merupakan usaha gotong royong selama dua hari yang dikerjakan oleh anggota FAN secara sukarela.

Dalam kata pengantarnya dijelaskan, buku ini didapat dari Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, yang diberikan kepada Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Emmanuel Melkiades Laka Lena yang juga merupakan anggota Forum Academia NTT.

Forum Academia NTT sendiri adalah gabungan intelektual, akademisi, jurnalis, tokoh agama, seniman, penulis yang terkait
dengan NTT dan tersebar di berbagai pulau dan negara.

Buku ini merupakan hasil terjemahan dari buku dengan judul asli Guidance for Corona Virus Disease 2019: Prevention, Control, Diagnosis and Management.

Untuk edisi Bahasa Indonesia, judulnya diadaptasi menjadi: Panduan Menghadapi Penyakit Corona Virus 2019 Model RRC: Pencegahan, Pengendalian, Diagnosis dan Manajemen.

Untuk judul buku dalam Bahasa Indonesia, sengaja ditambahkan kata “Model RRC” sebagai pengingat bahwa buku ini merupakan hasil kerja para ahli maupun tenaga medis modern dan tradisional RRC yang mencatat pengalaman mereka ketika berhadapan dengan COVID-19.

Setidaknya ada beberapa hal yang perlu dicatat: pertama, seluruh buku ini sifatnya adalah tentatif sebab upaya penyempurnaan masih dilakukan secara berkala sesuai dengan laju pengetahuan.

Penomoran edisi revisi yang berbeda menunjukkan proses revisi dilakukan di bagian-bagian yang makin diketahui atas COVID-19.

Kedua, dalam buku ini terlihat bahwa penyusun buku ini ada pada dua pihak: (1) Komisi Kesehatan Nasional, dan (2) Administrasi Nasional Pengobatan Tradisional RRC. Keberadaaan Dua inistitusi ini menunjukkan dua trayek pengetahuan kesehatan, baik modern maupun tradisional China, dipakai secara simultan dalam menghadapi COVID-19.

Ketiga, tujuan utama penerjemahan buku ini adalah untuk memperkaya referensi penanganan COVID-19 di Indonesia, sekaligus untuk membaca ulang bagaimana RRC berhadapan dengan COVID-19.

Wuhan sebagai tempat pertama COVID-19 dideteksi menjadi penting, karena hampir tiga bulan yang lalu RRC berhadapan dengan kasus pertama, dan kini kondisi puncak sudah dilewati.

Para tenaga medis modern, yang berdialog dengan para tabib tradisional, telah melalui beban puncak krisis. Kategori-kategori kesehatan, terutama terkait perubahan-perubahan pengetahuan yang mampu dideteksi dan dipahami secara berkala penting dipelajari.

“Ke depan kami berharap bahwa laboratorium mikrobiologi atau lembaga sejenis Center for Disease Control and Prevention milik RRC yang mempunyai kemampuan mendeteksi penyakit menular dikembangkan tidak hanya ada di kota-kota besar Pulau Jawa, tetapi strukturnya tersebar merata di titik-titik utama di kepulauan Indonesia, mengingat postur kepulauan seharusnya model institusi biosecurity tidak dibuat terpusat.

Selain itu pengetahuan pengobatan tradisional yang bersenyawa dengan ritus-ritus agama tua di Nusantara perlu dipelajari dengan baik, sebelum semua kekayaan ini hilang dihantam pengetahuan kesehatan modern dan doktrin keagamaan,” tulis FAN pada Kata Pengantar Buku tersebut.

Untuk diketahui buku terjemahan ini diedit oleh tiga orang yakni: Elcid Li, Ph.D, Margaretha Teli, S.Kep.Ns, MSc-PH, Victoria Fanggidae, Ph.D (Cand.)

Adapun tim penerjemah terdiri dari:

Dr. Supia Yuliana, S.Si., MM

Rudi Rohi, SH, M.Si.

dr. Nini Natalia Li, Sp.KFR

John Petrus Talan, S.Sos., M.SP

Edit Oktavia Manuama, S.Kes.Ns., MPH

Oce Y. N. Boymau, S.F, Apt., MScPH

drg. Manginar Sidabutar, MHID

Febtian C. Nugroho, S.Kep., Ns, MSN

Viktoria Rambu Roku, S.Kep., Ns, MSN

Nahad S. E. Bausele, SKM, MPH

Wilhelmus Poek, S.Pt., MA

Dedison Asanab, SKM, MPH

Joseph Robert, S.Teol., MM

Welhelmus Poek, S.PT., M.Intl.Dev

Untuk dapat mendownload buku ini secara gratis, silakan klik link  di bawah ini

Download Di Sini

 

covid-19 FAN NTT Kota Kupang Virus Corona
Previous ArticleKasus DBD Meningkat, Puskesmas Betun Gelar PSN
Next Article Dipilih untuk Dipecah dan Dibagi-bagi

Related Posts

RSUD Aeramo Luncurkan Inovasi Layanan “Bahagia Kita”

4 Maret 2026

RRI Labuan Bajo dan Plataran Komodo Gelar Donor Darah, Perkuat Aksi Kemanusiaan di Manggarai Barat

3 Maret 2026

Penyidik Polresta Kupang Dinilai Tak Berani Periksa Tim SPPG Polda NTT

3 Maret 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.