Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT, Dominikus Minggus Mere bersama Kepala Biro humas dan Protokol setda Provinsi NTT, Marius Ardu Jelamu saat memberikan keterangan pers di Kantor Gubernur NTT, Sabtu, 21 Maret 2020 (Foto : JS)
alterntif text

Kupang, Vox NTT-Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali merilis jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) Covid-19 yang tersebar di sejumlah kabupaten.

Sejauh ini terdapat 92 orang yang masuk daftar ODP Covid-19. Ke-92 orang tersebut sedang dirawat di sejumlah rumah sakit rujukan yang telah ditetapkan pemerintah.

92 ODP tersebut tersebar di sejumlah Kabupaten di NTT. Di Kota Kupang, tercatat 34 ODP, 2 ODP di Kabupaten Lembata, 8 ODP di Kabuputen Manggarai Barat, 2 ODP di Kabupaten Kupang, 3 ODP di TTS, 1 ODP di Malaka, 1 ODP di Alor, 1 ODP di Belu, 4 ODP di Flores Timur, 26 ODP di Sikka, 1 ODP di Manggarai Timur, 7 ODP di Sumba Barat Daya, dan 2 ODP di Sumba Timur.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Dominikus Minggu Mere mengungkapkan, data tersebut dirangkum berdasarkan laporan notifikasi dari kabupaten dan kota.

“Data ini memang terjadi fluktuatif berubah. Kita tidak menghitung kalau misalnya sudah terpantau selama 14 hari. Kalau sudah melewati 14 hari itu secara notifikasi tentu angkanya berkurang. Itu laporan dari Kabupaten,” ungkap Dominikus kepada wartawan di kantor Gubernur NTT, Sabtu (21/03/2020)

Pada prinsipnya kata Dominikus, setiap orang yang dalam riwayatnya kembali dari daerah yang terpapar wajib hukumnya agar mengisolasikan diri di rumahnya

“Manakala menunjukan gejala-gejala ke arah corona virus, ke arah penyakit ini maka mereka segera harus memeriksakan diri ke sarana pelayanan Kesehatan,” tuturnya.

Ia juga meminta jika berada di tempat umum agar selalu menjaga jarak.

“Harus selalu menjaga jarak, menjaga pengamanan diri, ” tuturnya.

Sementara itu, kepala Biro humas dan protokol setda Provinsi NTT, Marius Ardu Jelamu mengatakan, penyebaran virus corona di Indonesia termasuk di Nusa Tenggara Timur sangat eksakaltif.

“Walaupun status mereka ini ODP, bukan tidak mungkin suatu saat bisa positif. Sehingga ini perlu kita antisipasi dengan sangat cermat dalam rangka melindungi Kesehatan masyarakat kita, ” ungkap Mantan Kadis Pariwisata NTT itu.

Yang ODP itu kata Jelamu, adalah warga-warga Nusa Tenggara Timur yang pulang dari Provinsi-provinsi tertular

“Jadi, memang hal ini perlu diputus mata rantai dan tentu kita akan mengkaji secepatnya bagaimana memutus mata rantai penyebaran virus ini, ” ujar Jelamu.

Ia menghimbau kepada seluruh masyarakat Nusa Tenggara Timur agar bisa menahan diri tidak berpergian.

ODP Meningkat Tajam

Data yang dirilis pemerintah hari ini, Sabtu 21 Maret 2020, merupakan jumlah laporan masuk sejak tanggal 18 Maret 2020.

Berdasarkan notifikasi yang masuk angka ODP Covid-19 di NTT meningkat tajam.

Laporan tanggal 18 Maret lalu berjumlah 24 ODP. Pada tanggal 19 Maret angkanya bertambah sebanyak 17 ODP.Selanjutnya pada tanggal 20 Maret penambahan drastis mencapai 51 ODP. Sehingga total keseluruhan dari 18 Maret-21 Maret 2020 sebanyak 92 ODP Covid-19. Dengan kata lain dalam tiga hari terjadi penambahan ODP Covid-19 sebanyak 68 orang.

Penulis: Tarsi Salmon

Editor:Irvan K