Lokasi Fatuaruin, Kecamatan Sasitamean, Kabupaten Malaka
alterntif text

Betun, Vox NTT-Kondisi pertumbuhan tanaman jagung pada musim tanam pertama (MT 1) milik kelompok tani (Poktan) pada sejumlah desa di Kabupaten Malaka dilaporkan sangat memuaskan.

Sejumlah Poktan tersebut mendapat dukungan dan pendampingan dari Program Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS) milik Pemprov NTT.

Pantauan VoxNtt.com beberapa hari belakangan ini di beberapa lokasi,  tanaman jagung memang tumbuh dengan subur. Rata-rata jagung tersebut sedang berbulir dan diprediksi bakal berkualitas.

Pada lahan milik Poktan Cendana di Desa Rainawe, Kecamatan Kobalima, misalnya, terpantau pada Rabu (25/03/2020), tanaman jagung tumbuh dengan subur.

Begitu juga tanaman jagung milik Poktan Bada Moris di Desa Sisi, Poktan Webesi di Desa Litamali,  Poktan Suka Maju di Desa Lakekun Utara,  Poktan di Desa Lakekun dan Desa Lakekun Barat.

Pantauan pada hari yang sama di lahan milik Poktan Rajawali, Desa Halibasar, Kecamatan Wewiku.

Terpantau, jagung MT 1 yang ditanam secara tumpang sari bersama kacang hijau menunjukkan pertumbuhan yang sama bagusnya.

Selain itu, hasil serupa juga di Desa Lorotolus  Kecamatan Wewiku. Tanaman jagung MT 1 tumbuh dengan bagus di lahan milik Poktan Damai.

Di Kecamatan Malaka Barat, tersebar di 3 desa bertetangga yang mendiami daerah hilir Sungai Benenain. Ketiganya yaitu Desa Fafoe, Desa Sikun dan Desa Oanmane.

Kondisi tanaman jagung milik para petani di tiga desa ini juga menunjukkan sinyal bahwa panenan tahun ini tidak mengecewakan.

Sebelumnya, kondisi tanaman jagung MT 1 yang tumbuh dengan baik terpantau di Kecamatan Weliman pada hari Selasa (24/03/2020). Itu terutama di Desa Laleten pada lahan milik Poktan Setia Makmur dan lahan wilik Poktan di Desa Lamudur.

Di bagian pegunungan, kondisi tanaman jagung yang tumbuh bagus terpantau pada hari Selasa (24/03/2020) di Kecamatan Sasitamean.

Pada lahan milik Poktan Tabean Pah dan Poktan Fatukro di Desa Manulea, Poktan Sari Alam dan Poktan Hadomi di Desa Builaran, Poktan Sinar Raihun II dan Poktan Sinar Kakeularan di Desa Fatuaruin.

Penulis: Frido Umrisu Raebesi
Editor: Ardy Abba