Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KESEHATAN»Belum Ada Kebijakan Khusus APD untuk Awak Media, Ini Kata Karo Humas NTT
KESEHATAN

Belum Ada Kebijakan Khusus APD untuk Awak Media, Ini Kata Karo Humas NTT

By Redaksi2 April 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kepala Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Marius Ardu Jelamu saat memberikan keterangan pers di Kantor Gubernur NTT, Kamis, 2 April 2020 (Foto: Tarsi Salmon/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT – Kepala Humas dan Protokol Setda Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Marius Ardu Jelamu mengatakan, pihaknya akan mencoba mendiskusikan terkait Alat Pelindung Diri (ADP) terhadap para awak media ke gugus tugas Covid-19 di provinsi itu.

“Kita akan mendiskusikan. Memang kita harapkan pemberdayaan sosial ekonomi itu menyentuh masyarakat kelas menengah ke bawah. Tapikan kami tidak tau wartawan itu masuk kelas apa dia. Itu juga masukan yang baik,” ungkap Jelamu saat diwawancarai VoxNtt.com di ruang kerjanya, Kamis (02/04/2020).

Ia berharap para Bupati dan Wali Kota se-Nusa Tenggara Timur untuk bisa merespon bagaimana APD untuk para wartawan.

“Dan itu saya kira, siapkan data yang baik untuk coba kami diskusikan di tim. Misalnya wartawan apa? Anak berapa?, Identitasnyalah. Supaya kita bisa kategorikan apa kira-kira. Kira-kira seperti apa nanti yang didesain untuk memberdayakan. Nanti saya coba diskusikan di tim,” pungkas Mantan Kadis Pariwisata NTT itu.

Untuk itu kata Marius, harus di-back up dengan data jumlah wartawan.

“Supaya nanti waktu rapat dipimpin oleh pak Sekda saya bisa bersuara. Tapikan saya harus ada data. Data dari seluruh wartawan. Itu di provinsi,” tuturnya.

Ia berharap agar Bupati-bupati di setiap kabupaten bisa mengidentifikasi wartawan-wartawan yang ada di daerah masing-masing.

“Baru coba melihatnya. Apakah bisa diberi bantuan sosial dalam kategori PKHkah atau Sembako. Supaya bantuan itu tidak hanya kepada petani, peternak, nelayan. Tetapi juga teman-teman media,” tutup Marius.

Penulis: Tarsi Salmon
Editor: Ardy Abba

 

Kota Kupang Virus Corona
Previous ArticleAntisipasi Wabah Covid-19, Karyawan Bank NTT Cabang Mbay Donasikan Gaji
Next Article Ludovikus Taolin, Mantan Wabup Belu Tutup Usia

Related Posts

LBH GAMKI NTT Buka Layanan Konsultasi Hukum Gratis untuk Masyarakat

3 Juni 2026

Kasus Dugaan Penggelapan Dokumen PH Tanah 10 Hektare di Kupang Berakhir Damai

2 Juni 2026

Kasus Kekerasan Anak di Manggarai Timur Masih Tinggi, Pemkab Siapkan Kanal “Pro-Puan Matim”

20 Mei 2026
Terkini

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Tinjau Pembangunan Sanitasi dan Lokasi HPL di Manggarai Barat

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.