Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KESEHATAN»PKK Nagekeo dan Ketua DPRD Ngada Beri Bantuan Masker
KESEHATAN

PKK Nagekeo dan Ketua DPRD Ngada Beri Bantuan Masker

By Redaksi3 April 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Aktivitas ibu PKK Nagekeo saat memproduksi masker yang akan disumbangkan kepada masyarakat (Foto: Patrick/ VoxNtt.com)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Mbay, Vox NTT- Kompak menghalau wabah virus corona atau Covid-19, dua istri pejabat di Kabupaten Nagekeo dan rela memberikan bantuan berupa masker.

Keduanya adalah dr. Eduarda Yayik Parwita Gatih istri Bupati Nagekeo dan F.C.A. Yanu Astuti istri Wakil Bupati Nagekeo.

Mereka rela menjahit masker lalu dibagikan secara gratis kepada warga.

Ide pembuatan masker unik ini berasal dari dr. Eduarda Yayik Parwita Gatih dan F.C.A. Yanu Astuti.

Tak hanya istri pejabat teras satu dan dua Nagekeo, keduanya juga menjabat sebagai ketua dan wakil ketua tim penggerak PKK di kabupaten itu.

Dibantu beberapa relawan, masker gratis ini diproduksi dengan memanfaatkan rumah jabatan Wakil Bupati Nagekeo yang tidak dihuni.

Masker buatan istri para pejabat ini tergolong unik. Selain memiliki kantong khusus penyimpan tisu sebagai filter udara, juga tersedia instruksi penggunaan masker berdasarkan standar kesehatan.

Masker ini dibuat dari perpaduan bahan katun dan non wofen.

Menurut dr. Yayik, masker gratis ini khusus akan diberikan kepada masyarakat yang karena pekerjaannya tidak bisa tinggal di rumah. Misalnya pedagang pasar, tukang ojek, sopir, petugas kebersihan, tenaga medis, termasuk wartawan.

Maaruf Muhammad salah satu warga Kota Mbay kepada VoxNtt.com, Kamis (02/04/2020), menilai produksi masker secara swadaya ini salah satu cara untuk melawan praktik memperkaya diri oleh sejumlah oknum di Mbay.

Para oknum itu, sebut Muhammad, menjual masker dengan harga selangit di tengah wabah virus corona.

Di Kabupaten Ngada juga melakukan gerakan serupa. Ketua DPRD Ngada Bernadinus Dhei Ngebu memberikan 1500 pcs masker kepada anggota TNI dan Polri di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, Kamis (02/04/2020).

Ketua DPRD Ngada Bernadinus Dhei Ngebu menyerahkan 1500 pcs masker kepada anggota TNI dan Polri di Kantor BPBD Ngada (Foto: Patrick/ VoxNtt.com)

Masker bantuan ini selanjutnya akan didistribusikan ke tujuh posko pemantauan Covid-19 di Kabupaten Ngada.

Penulis: Patrick Romeo Djawa
Editor: Ardy Abba

DPRD Ngada Nagekeo Ngada Virus Corona
Previous ArticlePemprov NTT Minta Tidak Boleh Tolak Warga yang Pulang Merantau
Next Article DPC Demokrat Manggarai Semprot Disinfektan di Rumah Warga

Related Posts

Bejo MY Sampaikan Hak Jawab, Bantah Lakukan Penganiayaan terhadap Nelayan

1 Agustus 2026

Diduga Aniaya Nelayan, Oknum Wartawan dan Seorang Waria di Nagekeo Dipolisikan

30 Juli 2026

JPIC OFM dan FORKASI Adukan Konflik Agraria Tonggurambang ke Komnas HAM

13 Juli 2026
Terkini

Dua Belas Penundaan Menguji Kemanusiaan Akademik

4 Agustus 2026

ASN di Reok Barat Keluhkan Iuran HUT RI, Camat Sebut untuk Kelancaran Upacara

4 Agustus 2026

Camat Welak Kunjungi Tiga ODGJ di Desa Wewa, Sebut Penanganan ODGJ Jadi Prioritas

4 Agustus 2026

Organisasi Sipil Berperan Penting Dukung Investasi Hijau

3 Agustus 2026

Kejari Manggarai Pastikan Kasus Eks Kadis DP3AKB Diproses Sesuai Prosedur

3 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.