Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Ekbis»Pasar Sepi, Para Pedagang di Malaka Keluhkan Pendapatan Merosot
Ekbis

Pasar Sepi, Para Pedagang di Malaka Keluhkan Pendapatan Merosot

By Redaksi11 April 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Marten Aplugi salah satu pedagang di Pasar Beiabuk Kota Betun yang mengeluhkan sepinya pembeli dan menurunnya penghasilan, Sabtu (11/04/2020) (Foto: Edy)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Betun, Vox NTT- Aktivitas di Pasar Beiabuk Kota Betun, Kabupaten Malaka lain dari biasanya.

Pantauan VoxNtt.com, Kamis (09/04/2020), pasar tersebut tampak sepi. Para pedagang pun mengeluh karena jualan mereka seperti sayur mayur tidak laku. Pendapatan pun merosot.

Marten Aplugi, seorang pedagang di Pasar Beiabuk mengaku, saat ini situasi semakin pelik.

Sejak imbauan pemerintah agar masyarakat tidak keluar rumah dan jaga jarak aman, kondisi Pasar Beiabuk sepi pembeli.

Imbauan pemerintah tersebut tentu saja bertujuan untuk menghindari masyarakat dari serang virus corona atau Covid-19, yang hingga kini sudah merenggut ratusan ribu nyawa di dunia itu.

Ia menegaskan, saat ini pemerintah meminta masyarakat menaati imbauan kesehatan. Salah satu imbauannya ialah menggunakan masker sebagai Alat Pelindung Diri (APD) Covid-19.

“Situasi saat ini kita taat imbauan dari pemerintah dengan menggunakan masker, namun harga masker melambung tinggi. Jangankan  mau beli masker beli beras saja susah,” ujar Marten kepada VoxNtt.com, Sabtu (11/04/2020).

Menurut dia, kesulitan ekonomi para pedagang di Pasar Beiabuk disebabkan oleh karena dagangan mereka sepi pembeli.

“Ini dampak dari imbauan tegas pemerintah daerah dan aparat Kepolisian untuk tidak melakukan aktivitas atau menjauhi kerumunan banyak orang,” ujar Marten.

Marten yang saban harinya menjual sayuran di Pasar Beiabuk Kota Betun mengaku pendapatannya kian menurun.

Minta DPRD Bantu Masker

Marten juga mengaku hingga kini mereka kesulitan untuk mendapatkan masker sebagai APD Covid-19.

Ia pun berharap ada aksi nyata dari para DPRD Malaka untuk membantu APD berupa masker kepada pedagan di Pasar Beiabuk.

“Saya berharap 25 anggota DPRD Malaka terketuk hatinya guna menyisihkan gajinya, tidak usah banyak-bayak cukup 10 persen saja guna membantu kami yang tidak mampu ini dengan membeli masker yang standar,” harap Marten.

“Anggota DPRD Malaka harus perhatikan masyarakat di Dapilnya, jangan hanya meng-apload foto di facebook mencari sensasi dan duduk diam berpangku tangan,” sambung dia.

Menurut dia, DPRD seharusnya tanggap dan melihat masyarakat di-Dapilnya seperti yang sudah dilakukan beberapa anggota dewan Malaka lainnya yakni membagikan masker dan memberi bantuan alat pelindung diri  (APD) ke rumah sakit.

Hal yang sama juga disampaikan rekan Marten, Alexander Wenyi Rohi. Dia mengeluhkan Bank yang belum juga mendapat mandat dari pimpinan pusat terkait keringanan beban kredit.

“Situasi saat ini terkadang kita selalu kesulitan membayar cicilan Bank karena pengunjung pasar sudah berkurang, jadi penghasilan kami berkurang,” ungkapnya datar.

Penulis: Frido Umrisu Raebesi
Editor: Ardy Abba

Malaka Pasar Beiabuk Virus Corona
Previous ArticleAnsy Lema Harap Pasien Covid-19 di NTT Lekas Sembuh dan Imbau Masyarakat Jaga Jarak
Next Article Pandemik Paskah dan Panggilan Eksistensial Agama

Related Posts

Jejak Rokok Ilegal Helium di Nagekeo: Beredar Bebas, Polisi Menunggu Laporan

12 Juni 2026

Gubernur NTT Lantik Direksi PT Flobamor dan KIB, Pemprov NTT Tambah Modal

27 Mei 2026

Kasus Kekerasan Anak di Manggarai Timur Masih Tinggi, Pemkab Siapkan Kanal “Pro-Puan Matim”

20 Mei 2026
Terkini

Kepala SMPN Satap Munde Bantah Dugaan Pungli, Sebut Uang dari Orangtua Bersifat Sukarela

22 Juli 2026

Gubernur NTT Minta PMKRI Tetap Jadi Mitra Kritis Pemerintah

21 Juli 2026

Bupati Matim Dorong Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Manggarai Raya

20 Juli 2026

Bupati Manggarai Harap Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Daerah 3T

20 Juli 2026

Bantuan Rp100 Juta per Desa Mulai Diimplementasikan, Bapperida NTT Intervensi Manulai 2

20 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.