Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KESEHATAN»Sejak Januari-Maret 2020, Ada 1.631 Kehamilan Baru di Matim
KESEHATAN

Sejak Januari-Maret 2020, Ada 1.631 Kehamilan Baru di Matim

By Redaksi5 Mei 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi Ibu Hamil (Foto: Istimewa)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT- Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Provinsi NTT mencatat ada 1.631 ibu hamil baru di daerah itu pada periode Januari-Maret 2020.

Angka ini mengalami peningkatan 147 ibu hamil, jika dibandingkan periode Januari-Maret tahun 2019 lalu yang hanya berjumlah 1.484 orang.

“Ibu hamil baru pada periode Januari-Maret tahun 2020 mengalami peningkatan dibandingkan dengan periode Januari-Maret tahun 2019 hanya 1.484 ibu hamil baru,” ungkap Kepala Seksi Bidang Keluarga dan Gizi Dinas Kesehatan Kabupaten Matim, Fransiska Nurhaida kepada VoxNtt.com, Selasa (05/05/2020) siang.

Ansi membeberkan, total ibu hamil baru pada Januari 2020 sebanyak 631 orang, Februari 496 orang, dan Maret 504 orang.

Sementara hingga Maret 2020, total ibu hamil baik yang baru maupun lama di Matim sebanyak 4.772 orang. Angka ini mengalami peningkatan 624 orang pada yang sama di tahun 2019 lalu, yakni sebanyak 4.148.

“Jadi, selama masa pandemi Covid-19 ada peningkatan. Tapi peningkatannya tidak signifikan,” katanya.

Menurut dia, peningkatan jumlah ibu hamil baru ini apakah faktor pandemi Covid-19 atau tidak akan dilihat lebih lengkap pada triwulan ke-dua.

“Karena perubahan pelayanan home care itu dari pertengahan bulan Maret sampai sekarang,” katanya.

Terpisah, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2KBP3A) Matim, Alexander Kantar mengaku, belum bisa mengekspose data ibu hamil tersebut.

Sebab, kata dia, sampai saat ini pihaknya belum melakukan rapat konsolidasi karena para petugas masih turun ke lapangan untuk bertemu dengan penyuluh Keluarga Berencana (KB).

“Biasanya rapat kondisi dilaksanakan tiap bulan, walaupun laporan bulanan tertulis dari penyuluh KB selama ini ada,” kata Alexander.

Sebab itu, untuk sementara pihak Alexander belum bisa mengekspose data ibu hami.

“Nanti setelah masa inkubasi lagi diperpanjang baru kami bisa evaluasi dampak Covid-19 terhadap pelaksanaan program dan kegiatan Organisasi Perangkat Daerah kami,” katanya.

KR: L. Jehatu
Editor: Ardy Abba

Dinkes Matim Kabupaten Manggarai Virus Corona
Previous ArticleMasyarakat yang Tolak Pabrik Semen Lingko Lolok Minta Pendampingan Gereja
Next Article Hingga Kini Sampel Swab 8 Orang Positif Rapid Test Klaster Gowa Belum Dikirim

Related Posts

Keluarga Selviana Tijung Adukan Kematian Ibu Hamil ke DPRD Manggarai Timur

6 September 2026

Kasus Kematian Bumil Korban Gempa di Matim, Aktivis Desak Copot Dirut RSUD Borong

4 September 2026

RSUD Borong Klaim Ibu Hamil Minta Maaf ke Nakes, Suami: Itu Omong Kosong

3 September 2026
Terkini

KPAI Soroti Dugaan Kekerasan Seksual terhadap 13 Anak SD di Sumba Barat

14 September 2026

Ketika Manusia Menghapus Wajah Sesamanya

13 September 2026

Pasien ODGJ Dipasung Selama Dua Tahun di Welak Akhirnya Dibebaskan

12 September 2026

Herman Musakabe Desak Kapolri Ungkap Tuntas Penembakan Tiga ASN di Jayawijaya

12 September 2026

Ketika Doa Menjadi Kekuatan bagi Penyintas Gempa

12 September 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.