Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Dinilai Berhasil, Pemkab TTU Diminta Terus Benahi Program ‘Berarti’
Regional NTT

Dinilai Berhasil, Pemkab TTU Diminta Terus Benahi Program ‘Berarti’

By Redaksi10 Mei 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Tim Pansus LKPJ Bupati TTU Tahun Anggaran 2019 saat memonitoring pelaksanaan program Berarti di Desa Fatoin kecamatan Insana, Sabtu, 09 Mei 2020 (Foto: Eman Tabean/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kefamenanu, Vox NTT- Program bedah rumah tidak layak huni (Berarti) yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten TTU pada tahun anggaran 2019 dinilai cukup berhasil.

Hal itu lantaran lebih dari 75 persen rumah yang dibangun dari program unggulan Bupati Raymundus Sau Fernandes-Aloysius Kobes tersebut sudah selesai dikerjakan. Sementara sebagian lainnya masih dalam proses pengerjaan tahap akhir.

“Sudah cukup maksimal, sudah 75 persen selesai dikerjakan, sisanya 25 persen yang masih membutuhkan pembenahan,” jelas Agustinus Tulasi selaku Ketua Pansus LKPJ Bupati TTU tahun anggaran 2020 saat diwawancarai VoxNtt.com usai menggelar monitoring pelaksanaan program Berarti di Desa Fatoin, Kecamatan Insana, Sabtu (09/05/2020).

Agustinus menuturkan, meski berhasil, namun terdapat beberapa hal yang perlu dibenahi agar program yang menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat tersebut bisa lebih baik lagi.

Salah satunya berkaitan dengan pendataan calon penerima bantuan program.

Hasil temuan pihaknya, jelas Ketua Fraksi Golkar DPRD TTU tersebut, terdapat penerima bantuan yang berstatus bapak dan anak.

Hal tersebut dinilainya bisa memicu timbulnya kecemburuan sosial di antara masyarakat desa tersebut.

“Hasil uji petik lapangan kita melihat masih ada sistem pendataan dalam desa yang belum mengakomodir kepentingan seluruh masyarakat, kita lihat rumah-rumah yang lain juga masih darurat, jadi harapannya ke depan bisa dijadikan acuan untuk mengakomodir semua,” tutur anggota DPRD TTU dua periode itu.

Agustinus pada kesempatan itu juga menuturkan, ke depannya pengalokasian cukup bagi yang rusak berat atau bangun baru.

Hal itu agar pengalokasian anggaran bisa lebih besar dan juga bisa mencakup lebih banyak penerima manfaat.

“Kalau yang rusak ringan itu terkesan tidak efektif dan asal-asalan saja,jadi lebih baik kedepan lebih ke yang rusak berat saja,” tandas Legislator asal Dapil TTU IV tersebut.

Agustinus menuturkan, dalam monitoring tersebut, pihaknya juga menemukan adanya keluhan terkait swadaya penerima bantuan.
Baik itu swadaya terkait material maupun mahalnya biaya tukang.

Sehingga ia berharap ke depannya perlu ditingkatkan sosialisasi agar masyarakat bisa lebih siap terkait swadaya.

“Kalau untuk distribusi material dari supplier menurut mereka sama sekali tidak bermasalah dan lancar,” ujarnya.

Pantauan VoxNtt.com, monitoring tersebut juga dihadiri oleh anggota DPRD TTU Theodorus Tahoni dan Brando Sonbiko.

Selain itu turut hadir juga Plt. Kadis PRKPP Kabupaten TTU Antonius Kapitan dan staff, serta aparat Pemerintah Desa Fatoin.

Penulis: Eman Tabean
Editor: Ardy Abba

Program Berarti Raymundus Sau Fernandes TTU
Previous ArticleMeluruskan Logika Palsu Tuan Gubernur
Next Article Terkait PHO Jalan Lapen Senilai 7,4 M di Kota Komba, DPRD Matim: Itu Bisa Jadi Temuan

Related Posts

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026

Perjuangan Mama Martina, Banting Tulang untuk Hidupi Keluarga sembari Rawat Suami Stroke

5 Maret 2026

KPB Program TEKAD Ponggeok Manggarai Kembangkan Penyulingan Minyak Cengkih

4 Maret 2026
Terkini

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.