Direktris PDAM SoE, Lely Hayer saat meninjau proses perbaikan pipa di sumber mata air Bonleu belum lama ini. (Foto: Istimewa)
alterntif text

SoE, Vox NTT-Beberapa hari terakhir ini, masyarakat di Kota SoE ibu kota Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) dan sekitarnya mulai mengeluhkan air dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) SoE. Masyarakat mengeluh karena air tidak mengalir dengan lancar.

Direktris PDAM SoE Lely Hayer mengatakan, tidak lancarnya air milik perusahaanya karena ada kebocoran pipa pada empat titik di dekat sumber air Bonleu.

Dikatakan, kerusakan tersebut disebabkan tekanan air yang sangat kuat pada sambungan pipa. Akibatnya, terang Hayer, menimbulkan kebocoran.

“Ini penyebab tidak lancar,” jelasnya saat dikonfirmasi VoxNtt.com, belum lama ini.

Pihak PDAM SoE, kata dia, sudah melakukan perbaikan pada sambungan pipa yang bocor tersebut. “Petugas sudah perbaiki. Kita harap sudah bisa lancar kembali,” katanya.

Pihak PDAM SoE, lanjutnya, selama ini telah memberlakukan kemudahan kepada pelanggan atau konsumen.

“Ada dispensasi, jika air tidak keluar. Contohnya, jika satu bulan tidak keluar maka tentu pelanggan akan membeli air tangki. Nah, semua kerugian itu akan dilakukan dispensasi saat pembayaran,” jelasnya.

Dia mencontohkan lebih lanjut, misalnya saat air tidak keluar, pelanggan lupa menutup kran utama, sehingga meteran tetap jalan namun air tidak keluar.

“Saat pembayaran contohnya; terhitung Rp 100 ribu, Rp 200 ribu atau Rp 300 ribu dan seterusnya. Maka pembayaran hanya Rp 30 ribu,” terang Hayer.

Asal saja, kata dia, pelanggan mengadukan hal ini ke pihak PDAM.

“Dispensasi atas pembelian air lewat mobil tangki bisa dilakukan asal dilaporkan ke nomor pengaduan PDAM SoE (082 237 940 222). Atau pun saat pembayaran nanti bisa komplain oleh pelanggan untuk dicocokan dengan pendaataan oleh PDAM,” urainya.

Selain itu juga, jelas Hayer, bila air tidak keluar maka pelanggan bisa menelepon ke nomor pengaduan tersebut.

“Kalau telelpon ke nomor pengaduan di atas maka kami akan layani gratis ke pelanggan,” jelasnya lagi.

Dispensasi yang dilakukan ini menurut Hayer, sesuai dengan Permendagri Nomor 71 tahun 2016 tentang tarif air minum.

Penulis: Long
Editor: Ardy Abba