Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»370 Km Ruas Jalan di TTU Rusak
Regional NTT

370 Km Ruas Jalan di TTU Rusak

By Redaksi15 Juni 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kepala Dinas PUPR Kabupaten TTU, Januarius Salem (Foto: Eman Tabean/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kefamenanu, Vox NTT-Ruas jalan sepanjang 370,25 km yang menjadi kewenangan pemerintah kabupaten TTU  dalam keadaan rusak.

Kondisi rusak sedang sepanjang 193,315 km, rusak ringan sepanjang 86,34 km dan yang dalam keadaan baik sepanjang 198,945 km.

Hal itu disampaikan oleh Kepala dinas PUPR kabupaten TTU, Yanuarius Salem saat ditemui VoxNtt.com di ruang kerjanya, Senin(15/06/2020).

Yanuarius menuturkan, pada tahun anggaran 2020 ini, pemerintah pusat melalui dana alokasi khusus sudah menganggarkan dana hingga Rp 30 miliar untuk pembangunan ruas jalan dengan total mencapai lebih dari 10 km.

Selain itu juga terdapat sejumlah jembatan yang sudah direncanakan akan dibangun pada tahun ini.

Namun lantaran adanya pandemi Covid-19 tersebut, tuturnya, seluruh anggaran tersebut dipending sehingga dipastikan tak ada proyek fisik pada dinas PUPR kabupaten TTU yang berjalan tahun ini.

“Jadi untuk tahun ini pada dinas PUPR tidak ada kegiatan fisik sama sekali” tutur Yanuarius.

Yanuarius menambahkan, apabila sidang perubahan anggaran selesai tepat waktu maka pihaknya akan merencanakan untuk pembangunan beberapa jembatan kecil.

Namun jika tidak, maka pihaknya akan mengalokasikan pembangunan fisik yang sudah dipending tersebut pada tahun anggaran 2021.

“Kalau sidangnya berjalan normal kita bisa upayakan tetapi kita jangan terlalu berharap dulu,kalau ada peluang kita masukkan beberapa pembangunan jembatan tetapi kalau tidak maka kita masukkan pada tahun 2021” ujar Yanuarius.

Penulis: Eman Tabean

Editor: Irvan K

proyek jalan TTU
Previous ArticleTelkomsel Perluas Pemerataan Akses Jaringan Broadband 4G LTE di Flores Timur
Next Article Usai Konsumsi Miras di Rumah Adat, Hilarius Meninggal Dunia, Anaknya Kerasukan Roh

Related Posts

‘Gema Mabar’ Diluncurkan, Pemkab Manggarai Barat Fokus pada Ketahanan Pangan hingga Pariwisata Berkelanjutan

2 Juni 2026

Manggarai Barat Dorong Koperasi Desa Merah Putih Beroperasi Meski Belum Punya Gerai

30 Mei 2026

Pemkab Manggarai Barat Evaluasi Seluruh Destinasi Wisata Usai Insiden WNA Austria Terjatuh di Jembatan Gantung

30 Mei 2026
Terkini

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Tinjau Pembangunan Sanitasi dan Lokasi HPL di Manggarai Barat

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.