Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Ekbis»Dipindahkan ke Wairkoja, Eks Pedagang Pasar Geliting Mengeluh Rugi
Ekbis

Dipindahkan ke Wairkoja, Eks Pedagang Pasar Geliting Mengeluh Rugi

By Redaksi1 Juli 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Salah satu pedagang sayur, Anselmia Pare (Foto: Are de Peskim/VoxNtt.com)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Maumere, Vox NTT- Eks pedagang sayur dan ikan dari Geliting yang dipindahkan ke Pasar Wairkoja mengeluh alami kerugian.

Hal ini berbeda dengan sebelumnya saat mereka masih berjualan di Geliting, Kecamatan Kewapante, Kabupaten Sikka.

“Waktu pindah ke Wairkoja saya bawa modal kurang lebih Rp 2 juta sekarang tidak ada sisa. Pembeli sulit dan barang yang sudah dibeli akhirnya rusak,” ungkap salah satu pedagang sayur, Anselmina Parekepada VoxNtt.com di Geliting, Selasa (30/06/2020) malam.

Pedagang lainnya, Yohanes Fernandes Nong Son mengeluhkan hal serupa. Pedagang ikan ini mengaku terpaksa mengeluarkan uang tambahan untuk membeli lebih banyak es agar menjaga ikan tidak rusak.

Meski segala upaya dilakukan tetap saja mereka kesulitan pembeli.

Mereka menduga pembeli enggan mendatangi lokasi jual mereka karena letaknya jauh. Sementara itu, di saat bersamaan ada juga pedagang ikan dan sayur yang dibiarkan berjualan di Waipare.

Anselmina dan Nong Son serta rekan-rekannya telah dipindahkan dari lokasi sebelumnya sejak Kamis (18/06/2020) lalu.

Pada prinsipnya mereka ingin mematuhi kebijakan Pemda Sikka. Akan tetapi, mereka ingin Pemda pun memikirkan solusi terkait pembeli yang enggan datang ke Pasar Wairkoja di luar hari pasar yakni setiap Jumat.

“Kami dukung pemerintah tetapi kami minta pemerintah pikirkan kami juga. Lalu, kalau kami pindah sementara yang lainnya tidak maka sama saja, orang mau beli tidak perlu ke Wairkoja,” tegas Nong Son.

Sebagai bentuk protes, beberapa pedagang turun berjualan di lokasi eks Pasar Geliting pada Selasa (30/6/2020) malam hari. Mereka mengaku telah menyampaikan keluhan mereka kepada Bupati Sikka, Robi Idong.

Penulis: Are De Peskim
Editor: Ardy Abba

Sikka
Previous ArticleBertambah 4 Pasien Covid-19 di Sikka yang Dinyatakan Sembuh
Next Article Amarah Nadus: dari Maki Orang Tua Mahasiswa hingga Mengaku Biasa Bunuh Orang

Related Posts

Perumda Air Minum Kota Kupang Luncurkan Promo Sambungan Baru dan Website Resmi Jelang HUT ke-17

2 Maret 2026

Kapal Pesiar Mewah Bawa 1.300 Turis Singgah di Kupang, Travel Agen Siapkan Tiga Destinasi

23 Februari 2026

Imigrasi Labuan Bajo Periksa Kedatangan Dua Kapal Pesiar Internasional

19 Februari 2026
Terkini

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.