Aditya Pratama Sutrisno, penjabat kepala desa Wuliwalo
alterntif text

Mbay, Vox NTT- Aditya Pratama Sutrisno dilantik menjadi penjabat Kepala Desa Wuliwalo, Kecamatan Mauponggo, Kabupaten Nagekeo.

Aditya dilantik oleh Bupati Nagekeo Yohanes Don Bosco Do di Aula kantor Camat Mauponggo, Kamis (02/07/2020) siang.

Kabag Humas dan Forum Komunikasi Pimpinan Setda Nagekeo, Silvester Teda Sada mengatakan, Aditya merupakan almuni IPDN tahun 2016 dengan latar belakang pendidikan bidang pemerintahan dan pamongpraja.

Aditya dianggap cakap dan mampu menjalankan tugas umum maupun tugas khusus selaku penjabat kepala desa. Sebab itu, Bupati Don melantiknya sebagai penjabat kepala desa.

Pria yang pada 8 Juli 2020 genap berusia 26 tahun ini menjadi pejabat kepala desa termuda di antara 6 pejabat kepala desa lainnya yang dilantik Bupati Don pada hari yang sama.

Mereka adalah Viktorianus Mere (Woewolo), Remigius Raga (Maukeli), Phelipus Benisius Raga (Aewoe), Albertus Lape (Woloede), Crispianus No (Lodaolo), Krispianus Ea (Sawu).

Aditya Pratama Sutrisno lahir di Kotamobagu, Provinsi Sulawesi Utara 8 Juli 1994 dengan status belum menikah alias lajang. Hobi terbarunya adalah memancing ikan di laut.

Dia pernah dianiaya kepala BK-DIKLAT Nagekeo, Thomas Aquinas Koba, pada Februari 2020 lalu, hingga kasusnya dilaporkan ke pihak kepolisian Resort Nagekeo.

Sebelum dilantik sebagai penjabat Kades Wuliwalo, dia ditempatkan di Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BK-DIKLAT/2018), kemudian dimutasi ke Sekretariat DPRD Nagekeo/2020 dan terakhir sebagai pengelola administrasi pemerintah di Kelurahan Rega/2020.

Kepada Aditya dan 6 penjabat kepala desa lainnya, Bupati Don memberikan tugas umum yakni menyelenggarakan pemerintahan desa, pembinaan kemasyarakatan desa dan pemberdayaan masyarakat desa.

Sedangkan tugas khusus yakni mempersiapkan kelancaran dan kesuksesan pemilihan kepala desa yang baru dengan 17 item tugas tambahan.

Kepada mereka Bupati Don berpesan agar menjaga netralitas ASN juga menghindari praktik gratifikasi (suap).

Penulis: Patrick Romeo Djawa
Editor: Ardy Abba