Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Ekbis»Kejati NTT Diduga Melindungi Mantan Dirut Bank NTT, Absalom Sine dalam Kasus Kredit Macet
Ekbis

Kejati NTT Diduga Melindungi Mantan Dirut Bank NTT, Absalom Sine dalam Kasus Kredit Macet

By Redaksi15 Juli 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Mantan Plt. Dirut Bank NTT, Absalom Sine. (Foto: nttterkini.com).
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT- Hairudin Masaro, SH, Kuasa Hukum Tersangka, Muhamad Ruslan (RM) menyebut mantan Plt. Direktur Kredit Bank NTT, Absalom Sine (AS) mesti ditetapkan sebagai salah satu tersangka dalam kasus kredit macet Bank NTT Cabang Surabaya.

Dia menilai, AS merupakan tokoh sentral dalam kasus kredit macet Bank NTT Cabang Surabaya. Ia disebutkan sebagai sosok yang memerintahkan Kepala Cabang Bank NTT Surabaya, Dikdakus Leba untuk segera lakukan pencairan kredit yang kemudian macet.

Tak hanya sebagai tokoh sentral, Ia pun disebutkan turut menerima Rp 1,5 miliar dari hasil kredit macet tersebut, yang diserahkan oleh Staf Stefanus Sulayman alias SS atas nama Dewi di sebuah rumah makan di Kupang.

“Mantan Plt. Dirut Absalom Sine pernah menerima uang senilai 1,5 Miliar Rupiah. Menurut (Dewi) uang itu dihitung sendiri oleh pak Absalom Sine,” katanya kepada wartawan saat jumpa pers di Kupang, Selasa (14/07/2020).

Tetapi Masaro meyayangkan karena hingga saat ini AS tidak ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini.

Ia meyakini, ada upaya perlindungan terhadap AS oleh pihak Kejati NTT. Hal itu karena AS memiliki istri yang juga Jaksa di Kejati NTT.

Baca: Mantan Plt. Dirut Bank NTT Disebut Terima Rp 1,5 Miliar dalam Kasus Kredit Macet

Menurut Masaro, lokus kasus ini sebenarnya masuk dalam wilayah hukum Kejati Jawa Timur, Surabaya tetapi dibawa ke NTT oleh Jaksa Henderina Mallo, Istri AS.

“Yang bawa kasus ini ke NTT, istrinya Abselon, Hermina Malo, Jaksa juga di Kejati NTT. Ini jelas, ada yang ingin dilindungi,” tandasnya.

Terhadap tudingan Masaro, AS membatah dirinya pernah menerima uang sebesar Rp 1,5 Miliar dari kasus Kredit Macet Bank NTT cabang Surabaya.

“Itu fitnah dan pencemaran nama baik. Saya tidak akan tinggal diam,” tegas Abselon Sine kepada wartawan via WhatsApp, Selasa, 14 Juli 2020. (VoN).

Abselon Sine Bank NTT
Previous ArticleMantan Plt. Dirut Bank NTT Disebut Terima Rp 1,5 Miliar dalam Kasus Kredit Macet
Next Article LPPKPD Gandeng General Multi Suplindo-Jakarta Bantu 500 Masker untuk Kabupaten Manggarai

Related Posts

Organisasi Sipil Berperan Penting Dukung Investasi Hijau

3 Agustus 2026

Jejak Rokok Ilegal Helium di Nagekeo: Beredar Bebas, Polisi Menunggu Laporan

12 Juni 2026

Gubernur NTT Lantik Direksi PT Flobamor dan KIB, Pemprov NTT Tambah Modal

27 Mei 2026
Terkini

Apotek K-24 Resmikan Outlet di Labuan Bajo, Perluas Akses Layanan Kesehatan 24 Jam

4 Agustus 2026

Ketua DPRD Manggarai Timur Minta Agregat Jalan Watu Cie-Deno Dibongkar Jika Tak Sesuai Spesifikasi

4 Agustus 2026

Dua Belas Penundaan Menguji Kemanusiaan Akademik

4 Agustus 2026

ASN di Reok Barat Keluhkan Iuran HUT RI, Camat Sebut untuk Kelancaran Upacara

4 Agustus 2026

Camat Welak Kunjungi Tiga ODGJ di Desa Wewa, Sebut Penanganan ODGJ Jadi Prioritas

4 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.