Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Ekbis»Saran DPRD NTT Soal Percepatan Kawasan Industri di Maurole Ende
Ekbis

Saran DPRD NTT Soal Percepatan Kawasan Industri di Maurole Ende

By Redaksi21 Juli 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi kawasan industri
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, Vox NTT-Komisi II DPRD NTT kini tengah serius membahas soal kawasan industri di wilayah Kecamatan Maurole, Kabupaten Ende.

Upaya ini sebagai tindak lanjut hasil survei oleh Dinas Perindustrian yang bakal masuk ke peraturan daerah (Perda) Provinsi NTT.

Anggota DPRD NTT, Muhamad Sipriyadin Pua Rake mengemukakan bahwa pembahasan perda kawasan industri telah dilaksanakan secara continue. Sebab, NTT ialah provinsi kedelapan di Indonesia yang membentuk Perda ini.

“Karena tanpa itu (Perda), tidak akan pernah diakomodir melalui dana DAU atau DAK,” tutur Sipriyadin di Ende, belum lama ini.

Ia mendorong Pemda Ende untuk mem-follow up peluang tersebut dengan membuat perda runutan terkait pedoman tata ruang dan wilayah. Agar Perda tersebut dapat dimungkinkan untuk meng-cover infrastruktur pendukung dengan menggunakan APBD II.

Sementara Perda yang dibahas DPRD Provinsi sudah disetujui tinggal prosesnya di Banranperda kemudian berkoordinasi dengan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) untuk segera bisa dijadikan Perda Provinsi.

“Nah, partisipasi Pemda Ende harus dilakukan terutama Perda runutan untuk memfasilitasi. Misalnya jalan untuk mendukung golding-golding itu,” saran Sipriyadin.

Ia menerangkan wilayah Maurole sangat cocok menjadi kawasan industri untuk kepentingan ekonomi masyarakat Flores. Selain akses laut serta kawasan luas, Maurole juga dapat didukung penerangan yang baik dari PLTU Ropa.

Untuk itu, ia menyarankan agar Pemerintah Kabupaten Ende dapat mendukung rencana ini dengan membuat peraturan daerah runutan.

“Jadi ke depan ada investor masuk membangun potensi untuk Flores nanti semua terfokus di Maurole,” katanya.

“Di Bolog saja didukung oleh Pemerintah Kabupaten Kupang, membangun jalan yang bagus, listrik juga mendukung. Nah, ini juga peluang untuk menyerap tenaga kerja kita di Ende,” jelas Sipriyadin.

Penulis: Ian Bala
Editor: Ardy Abba

Ende
Previous ArticleGugatan Ditolak PT, GM Obor Mas Ajukan Kasasi
Next Article Wakil Wali Kota Kupang dan 105 Orang Diperiksa Jaksa

Related Posts

Perumda Air Minum Kota Kupang Luncurkan Promo Sambungan Baru dan Website Resmi Jelang HUT ke-17

2 Maret 2026

Kapal Pesiar Mewah Bawa 1.300 Turis Singgah di Kupang, Travel Agen Siapkan Tiga Destinasi

23 Februari 2026

Imigrasi Labuan Bajo Periksa Kedatangan Dua Kapal Pesiar Internasional

19 Februari 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.