Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Pendidikan NTT»Sempat Mangkrak, Podium Desa Nginamanu Kini Jadi Ruang Kelas Sementara
Pendidikan NTT

Sempat Mangkrak, Podium Desa Nginamanu Kini Jadi Ruang Kelas Sementara

By Redaksi27 Juli 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Podium lapangan Desa Nginamanu telah dialihkan menjadi ruang kelas sementara calon SMA Negeri Wolomeze. Bangunan ini sempat terhambat pembangunannya akibat perbedaan perencanaan dan pekerjaan (Foto: Patrick/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Bajawa, Vox NTT-Sarana olahraga berupa bangunan podium di lapangan Desa Nginamanu, Kecamatan Wolomeze, Kabupaten Ngada sempat mangkrak.

Kini bangunan itu telah dialihfungsikan menjadi ruang kelas calon SMA Negeri Wolomeze.

Kepala Desa Nginamanu Yohanes Don Bosko Lemba mengatakan, alih fungsi bangunan podium lapangan Nginamanu dilakukan berdasarkan permintaan dari forum aspirasi masyarakat peduli pendidikan Desa Nginamanu.

Hal itu untuk memenuhi permintaan salah satu syarat verifikasi dari Dinas Pendidikan Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Syarat berupa bangunan sekolah sementara dalam upaya menghadirkan lembaga pendidikan definitif di wilayah itu.

Menurutnya, pembangunan SMA Negeri Wolomeze menjadi solusi pengentasan masalah pendidikan di wilayah Kecamatan Wolomeze.

Dikatakannya, selama ini lulusan dari empat sekolah menengah pertama di Wolomeze harus pergi ke luar wilayah bila ingin melanjutkan pendidikan ke tingkat atas.

“Dalam proposal kita, itu sudah ada pernyataan dukungan dari empat kepala sekolah, yaitu dari SMP Satap I Kurubhoko, SMP Satap II Malafai Desa Nginamanu Selatan, SMP Satap III Desa Mainani, dan SMP Negeri 1 Soa di Natarandang Desa Wue,” ungkap Lemba.

Sebelumnya, bangunan podium Desa Nginamanu sempat mangkrak sejak dikerjakan pada tahun 2019 lalu dan dinyatakan selesai pada pertengahan tahun 2020.

Podium Desa Nginamanu dibangun dengan anggaran sebesar Rp 130 Juta lebih yang bersumber dari Dana Desa (DD) Nginamanu.

Menurut Lemba, perbedaan perencanaan dan pekerjaan di lapangan menjadi pemicu masalah hingga bangunan itu sempat terbengkelai hingga tahun 2020.

Lemba meyakinkan, bahwa saat ini sudah tak ada lagi persoalan dalam pembangunan fasilitas olahraga itu.

Penulis: Patrick Romeo Djawa
Editor: Ardy Abba

Ngada
Previous ArticleKapal Ikan Milik Pemkab TTU yang Terbakar Seharga 598 Juta
Next Article Bupati Deno Diminta Tidak Lindungi Mantan Kades Golo Worok

Related Posts

Peringati Hari Anak Nasional, Yayasan TKK Fransiskus Assisi Karot Perkuat Tata Kelola dan Mutu Pendidikan

28 Juli 2026

Kepala SMPN Satap Munde Bantah Dugaan Pungli, Sebut Uang dari Orangtua Bersifat Sukarela

22 Juli 2026

Dugaan Pungli Pengambilan SKL dan Ijazah di SMPN Satap Munde Matim, Warga Desak Dinas Tindak Tegas

18 Juli 2026
Terkini

Apotek K-24 Resmikan Outlet di Labuan Bajo, Perluas Akses Layanan Kesehatan 24 Jam

4 Agustus 2026

Ketua DPRD Manggarai Timur Minta Agregat Jalan Watu Cie-Deno Dibongkar Jika Tak Sesuai Spesifikasi

4 Agustus 2026

Dua Belas Penundaan Menguji Kemanusiaan Akademik

4 Agustus 2026

ASN di Reok Barat Keluhkan Iuran HUT RI, Camat Sebut untuk Kelancaran Upacara

4 Agustus 2026

Camat Welak Kunjungi Tiga ODGJ di Desa Wewa, Sebut Penanganan ODGJ Jadi Prioritas

4 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.