Simon Nahak dan Kim Taolin saat menjumpai masyarakat sekitar PLBN Motamasin, Desa Alas Selatan, Kecamatan Kobalima Timur, Sabtu (29/07/2020) (Foto: Frido Umrisu Raebesi/ Vox NTT)
alterntif text

Betun, Vox NTT- Warga Kecamatan Kobalima Timur, Kabupaten Malaka, perbatasan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Timor Leste masih menderita.

Hal ini disampaikan tokoh masyarakat Kecamatan Kobalima Timur, Lambertus Meo saat acara jumpa keluarga bersama pasangan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Malaka, Simon Nahak dan Louise Lucky Taolin, Rabu (29/07/2020).

Lambertus mengatakan warga perbatasan masih susah dan jauh dari kesejahteraan.

“Warga menderita karena tekanan dan ketakutan. Ke mana saja pergi, warga selalu diintai penguasa sehingga membuat perasaan tidak menyenangkan,” ujar Lambertus.

Keadaan itu membuat masyarakat di sekitar PLBN Motamasin itu sepakat untuk memilih pemimpin yang baru di Kabupaten Malaka.

Menurut Lambertus, pasangan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati dengan tagline Paket SAKTI itu cocok untuk merubah nasib mereka.

“Kami sepakat untuk memilih pemimpin yang baru untuk menciptakan keamanan dan kenyamanan hidup, sehingga bisa melakukan aktivitas harian sebagaimana mestinya,” ujar Lambertus.

Sementara, Ketua DPC Partai Perindo Kabupaten Malaka Yulius Klau mengatakan, untuk mencapai perubahan sangat diperlukan pemimpin yang baru.

Warga, kata dia, harus mengganti dan memilih Bupati yang baru untuk bisa membangun daerah otonomi baru itu.

“Ganti Bupati supaya ada perubahan,” seru Yulius.

Ia meminta agar masyarakat tidak boleh takut kepada siapa pun, termasuk pemimpinnya.

Senada dengan Yulius Klau, bakal calon Wakil Bupati Malaka Louise Lucky Taolin alias Kim Taolin mengakui warga perbatasan masih susah karena sulit mendapatkan akses pembangunan. Warga kurang terlibat dan mendapat hak-hak pembangunan.

Menurut Kim Taolin, kesulitan dalam memperoleh akses pembangunan disebabkan oleh warga belum punya e-Kartu Tanda Penduduk (e-KTP).

Untuk kebutuhan ini, ia berjanji akan memfasilitasi pembuatan e-KTP dan sarana penunjang lain secara cepat.

“Warga perbatasan harus memiliki e-KTP untuk mendapatkan pelayanan dan hak-hak pembangunan semestinya. Warga perbatasan harus fokus diberi prioritas perhatian,” katanya.

Di tempat yang sama, bakal calon Bupati Malaka Simon Nahak juga berjanji akan melaksanakan rencana dan kegiatan yang dirancang dalam program Sakti.

Dikatakan, program Sakti tidak akan menimbulkan kesusahan dan penderitaan bagi masyarakat. Program Sakti malah akan memberi solusi dan membawa kehidupan cerah bagi warga perbatasan.

“Kabupaten Malaka sebagai daerah perbatasan tidak menampakan kecerahan. Untuk itu, kebutuhan yang menjadi perhatian prioritas yakni pangan berkecukupan, kesehatan dan kecerdasan masyarakat,” ujar alumnus SMA Swasta Sinar Pancasila Betun itu.

Simon menambabkan pemberantasan korupsi dilakukan secara total supaya masyarakat bisa sejahtera.

Penulis: Frido Umrisu Raebesi
Editor: Ardy Abba