Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»PKB dan GP-Ansor Dominasi Kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Nagekeo
NTT NEWS

PKB dan GP-Ansor Dominasi Kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Nagekeo

By Redaksi30 Juli 20203 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
PKB dan GP-Ansor mendominasi kegiatan seminar Empat Pilar Kebangsaan di Nagekeo (Foto: Patrick/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Mbay, Vox NTT-Partai Kebangkitan Bangsa dan Gerakan Pemuda Ansor menjadi yang paling dominan sebagai peserta dalam kegiatan Seminar Empat Pilar Kebangsaan yang diselenggarakan di Aula Hotel Pepita Mbay, Rabu malam (29/07/2020).

Menyusul peserta lainnya yakni organisasi Pemuda Katolik Nagekeo, Partai NasDem dan para pendamping desa terpantau turut mengikuti seminar tersebut.

Seminar Empat Pilar Kebangsaan di Nagekeo menjadi salah satu agenda kerja dalam kunjungan Wakil Ketua MPR RI, H. Jazilul Fawaid bersama anggota DPR RI Partai PKB, N.M. Dipo Nusantara Pua Upa di kabupaten itu.

Tak ada yang alot dari seminar itu. Nyaris seluruh peserta yang sempat hadir berpendapat bahwa teori tentang Empat Pilar Kebangsaan sudah tidak relevan bila dibicarakan dan atau baru didiskusikan di Nagekeo dan di Nusa Tenggara Timur pada umumnya.

Ketua Pemuda Katolik Nagekeo, Yohanes Towa Rema mengatakan, perdebatan tentang teori Empat Pilar Kebangsaan hanya terjadi pada tataran kaum elit.

Sedangkan masyarakat level bawah di Nusa Tenggara Timur, praktik tentang Empat Pilar Kebangsaan sudah dijalankan secara turun temurun dalam budaya dan kehidupan sehari – hari.

Wakil Ketua MPR RI, Haji Jazilul Fawaid, SQ,MA, yang menjadi pemateri pada kegiatan tersebut ikut mengamini argumentasi Towa Rema.

Berdasarkan pengamatannya, Empat Pilar Kebangsaan di Nusa Tenggara telah menjadi praktik dalam menjalankan roda kehidupan sehari-hari.

Wakil Ketua MPR RI, H. Jazilul Fawaid bersama Anggota DPR RI Partai PKB, Dipo Nusantara Pua Upa menjadi pemateri dalam seminar Empat Pilar Kebangsaan di Nagekeo (Foto: Patrick/Vox NTT)

“Saya melihat bahwa Nusa Tenggara khususnya di Flores ini sebenarnya Empat Pilar yang mau saya sosialisasikan ini sudah dijalankan dengan baik. Bukan hanya didiskusikan tetapi telah menjadi praktik kehidupan yang ada di sini, sehingga keragaman budaya, keragaman adat istiadat, perbedaan agama, perbendaan status apapun asal-usulnya tidak menjadi konflik atau baru menjadi pertengkaran. Tetapi itu menjadi saling menguatkan,” kata Jazilul.

Berdasarkan pandangannya, Pulau Flores merupakan contoh pengejawantaan nilai – nilai Empat Pilar Kebangsaan karena telah menjadikan perbedaan menjadi kekuatan.

Sebagai kader Nahdatul Ulama (NU), Empat Pilar Kebangsaan, selalu identik dengan PBNU yakni P adalah Pancasila, B adalah Bhineka Tunggal Ika, N adalah NKRI dan U adalah UUD 1945.

“Jadi Empat Pilar ini dibuat bukan karena ada NU, bukan. Kebetulan namanya pas saja dan memang NU selalu pas buat nusantara ini,” katanya.

Menurutnya, Indonesia akan lestari bila PBNU-nya kuat. Sama halnya di Nagekeo, Flores akan tercerai berai bila PBNU tidak kuat.

Dalam rundown rencana keunjungan Wakil Ketua MPR RI bersama Anggota DPR RI yang diterima VoxNtt.com, direncanakan akan berkunjung ke Kabupaten Ngada untuk melakukan kegiatan serupa. Selanjutnya melaksanakan sholat Idul Adha di Manggarai dan berakhir di Labuan Bajo.

Penulis: Patrick Romeo Djawa
Editor: Ardy Abba

Nagekeo
Previous ArticleDemokrat Sebut SBS Sudah Bekerja untuk Rakyat
Next Article Pembangunan Puskesmas Bola Diduga Sisakan ‘Utang’ Upah Pekerja

Related Posts

Nyawa Samsia Cora Diduga Direnggut Hoaks Terstruktur dan Berskala Masif

27 Agustus 2026

Keluarga Jakob Nuwa Wea Salurkan Rp1 Miliar untuk Korban Gempa Nagekeo

23 Agustus 2026

Pengungsi Gempa Nagekeo Keluhkan Kesenjangan Bantuan, Pemkab Diminta Evaluasi Penanganan

23 Agustus 2026
Terkini

Ibu Hamil Meninggal Usai Jalani Operasi Caesar di RSUD Borong, Keluarga Soroti Penanganan Medis

1 September 2026

JPIC OFM Indonesia Bawa Misi “Tembus Pelosok” Salurkan Bantuan Pascagempa Flores

1 September 2026

SBD Peduli Flores: Merawat Persaudaraan di Tengah Duka

1 September 2026

Membangun Ekosistem Sepak Bola Indonesia: Dari Pembinaan Usia Dini menuju Prestasi Dunia

1 September 2026

Paulina Jau Meninggal Usai Gempa Susulan M 6,0 di Manggarai Timur

1 September 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.