Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Pilkada»Ini Alasan PKS Tidak Lagi Dukung Deno-Madur di Pilkada Manggarai
Pilkada

Ini Alasan PKS Tidak Lagi Dukung Deno-Madur di Pilkada Manggarai

By Redaksi1 September 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ketua DPD PKS Kabupaten Manggarai Rustam R Kelilauw saat diwawancarai VoxNtt.com di Ruteng, Senin (31/08/2020) (Foto: Igen Padur/ Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT – Salah satu partai politik pengusung pasangan Deno Kamelus – Victor Madur atau paket Deno-Madur pada Pilkada Manggarai 2015 adalah Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Namun kini, partai berlambang bulan sabit kembar itu, berjuang bersama pasangan Herybertus GL Nabit – Heribertus Ngabut (Hery-Heri).

Ketua DPD PKS Kabupaten Manggarai Rustam R Kelilauw mengungkapkan sejumlah alasan. Salah satunya, tak ingin partainya dirugikan lagi.

Ia mengatakan pada Pilkada 2015 lalu, dirinya bersama PKS naik panggung dan menyampaikan janji-janji kampanye kepada masyarakat Manggarai. PKS berusaha meyakinkan basisnya untuk memilih pasangan tersebut.

Namun setelah menang, sebagian besar janji kampanye itu tidak terwujud. Masyarakat pun menghakimi partainya sehingga perolehan suara pada Pemilu 2019 menurun jika dibandingkan Pemilu 2014.

“Kami tidak mau dihakimi lagi. Suara PKS pada Pemilu 2015 itu ada 9.000 lebih. Namun pada Pemilu 2019 turun jauh. Hanya 3.000 lebih,” ujar Rustam saat diwawancarai, Senin (31/08/2020).

Hasil evaluasi partai menunjukkan, penurunan drastis perolehan suara disebabkan antara lain karena PKS ikut menyampaikan janji-janji Deno-Madur saat Pilkada tahun 2015. Andai saja janji-janji tersebut terpenuhi, tentu saja PKS turut mendapat kepercayaan masyarakat.

“Lalu kita evaluasi. Mengapa kemudian suara ini menurun? Karena orang merasa PKS harus bertanggungjawab dengan janji-janji politik tahun 2015, PKS ikut naik panggung bersama DM (Deno-Madur),” jelasnya.

Rustam menambahkan, pada Pilkada 2015, PKS bersama partai pengusung Deno-Madur membangun koalisi kerakyatan. Salah satu alasan dibangunnya koalisi kerakyatan adalah pertimbangan kemitraan partai pengusung dengan pemerintah jika mereka menang Pilkada. Namun kemitraan tersebut tidak berjalan sama sekali.

“Itu tidak berjalan dengan baik dan itu tidak ada sama sekali. Saya harus bilang begitu. Tidak pernah ada komunikasi selama empat tahun berjalan,” tegasnya.

Tak adanya komunikasi pun berlanjut hingga saat partai itu membuka pendaftaran bagi bakal calon bupati dan wakil bupati. Deno-Madur tak lagi mendaftarkan diri pada partai itu. Hanya Hery-Heri yang merapat.

Rustam menyebutkan, selama proses penjaringan bakal cabup-cawabup, PKS melakukan evaluasi di basis pemilihnya. Arus bawah menghendaki pergantian kepemimpinan di Manggarai.

“Kita tidak mau melawan kehendak rakyat. Kita mengevaluasi di basis dan basis menginginkan bahwa perlu ada pergantian kepemimpinan,” tutupnya.

Aspirasi akar rumput dipertahankan hingga hirarki tertinggi partai peraih satu kursi pada DPRD Manggarai ini memutuskan untuk mengusung Hery-Heri.

Untuk diketahui, pada Pilkada 2015, PKS bersama Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), dan Partai Demokrat mengusung Deno-Madur. Mereka menguasai 17 dari 35 kursi DPDR saat itu.

Penulis: Igen Padur
Editor: Yohanes

Manggarai
Previous ArticleSudah Deklarasi, Paket Fresh Siap Daftar di KPU TTU
Next Article Seorang Warga Tersengat Aliran Listrik, PLN Ruteng: Diduga Kontraktor

Related Posts

KemenHAM Serap Aspirasi Warga dalam Sosialisasi Penguatan HAM di Tiga Desa Manggarai Raya

25 Juni 2026

Satlantas Polres Manggarai Patroli Malam, Antisipasi Balap Liar dan Kecelakaan Lalu Lintas

24 Juni 2026

Rokok Ilegal Humer Diduga Kuasai 50 Persen Pasar Manggarai, Bea Cukai Turunkan Tim Penindakan

19 Juni 2026
Terkini

Tiga Tahun Tak Kunjung Diperbaiki, Jembatan Pomakeke Masih Jadi Langganan Pencitraan Politik

26 Juni 2026

KemenHAM Serap Aspirasi Warga dalam Sosialisasi Penguatan HAM di Tiga Desa Manggarai Raya

25 Juni 2026

Julie Laiskodat Sumbang Rp100 Juta untuk MTQ Tingkat Provinsi NTT di Nagekeo

25 Juni 2026

Rutan Kupang Siap Serahkan Rekaman CCTV Terkait Dugaan Suap terhadap Saksi Kasus Jaksa Peras Kontraktor

24 Juni 2026

Undhira Bali Pertahankan Tradisi Ibadah Rabuan untuk Perkuat Karakter dan Spiritualitas Civitas Akademika

24 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.