Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KESEHATAN»Kasus Covid-19 Kian Meningkat, Pengamat Ingatkan Pemkab Manggarai
KESEHATAN

Kasus Covid-19 Kian Meningkat, Pengamat Ingatkan Pemkab Manggarai

By Redaksi3 September 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Dosen FISIP Undana, Yohanes Jimmy Nami
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT- Menjelang pemilihan kepala daerah (Pilkada) di Kabupaten Manggarai, berbagai kegiatan para bakal calon Bupati dan Wakil Bupati terus menerus dilakukan.

Pilkada mengharuskan tatap muka dengan jumlah massa yang banyak, tanpa dihiraukan lagi protokol kesehatan semisal jaga jarak. Ini menjadi agenda penting para kandidat dan tim sukses.

Di lain sisi, ada data mengejutkan yang berpotensi buruk terhadap kesehatan dan keselamatan dari segenap warga masyarakat Manggarai.

Data itu berhubungan dengan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Terbaru, jumlah orang yang terjangkit Covid-19 di Manggarai sebanyak 8 orang.

Data yang diperoleh dari akun Facebook resmi Pusdalops-PB Provinsi NTT dan Protokol Kabupaten Manggarai ini menunjukan bahwa tujuh dari delapan kasus tersebut merupakan klaster transmisi lokal. Sedangkan satu kasus lainnya merupakan pelaku perjalanan dari Makassar, Sulawesi Selatan.

Baca: Waspada! Tujuh dari Delapan Kasus Baru Covid-19 di Manggarai, Klaster Transmisi Lokal

Di samping itu, terdapat lima orang pelaku perjalanan telah dinyatakan reaktif rapid test dan sedang menjalani isolasi. Dua orang lainnya kontak erat dengan pasien positif.

Situasi ini memantik komentar dari dosen Fisip Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Yohanes Jimmy Nami.

Yohanes mengatakan, satu-satunya upaya tempuh dalam memutus mata rantai penyebaran corona saat ini yaitu hanya dengan taat pada tata protokol kesehatan.

Untuk itu, Yohanes mengharapkan agar pemerintah menjadi pemandu dalam misi pemutusan mata rantai penyebaran Covid-19.

“Pemda harus menjadi garda terdepan untuk selalu mensosialisasikan protokol kesehatan,” ungkap Yohanes ketika dihubungi VoxNtt.com, Kamis (03/09/2020) pagi.

Ia juga mengingatkan agar pemerintah tidak boleh menganggap sepele terhadap virus mematikan ini.

“Jangan sampai hiruk pikuk politik lalu membuat kita lengah, apalagi sampai menganggap remeh,” tegasnya.

Alumni PMKRI ini juga mengingatkan agar kampanye tatap muka wajib menjalankan pembatasan tertentu, jangan sampai menciptakan cluster baru.

“Masing-masing tim wajib taat protokol, harus bisa jadi contoh masyarakat yang dikunjungi,” katanya.

Tantangannya saat ini menurut Yohanes, yaitu masih masifnya penyebaran virus corona. Apalagi jika tidak disiplin pada protokol kesehatan.

Yohanes menegaskan, semestinya ada konsekuensi bagi masyarakat yang tidak taat pada protokol kesehatan sesuai instruksi pemerintah secara nasional.

Konsekuensi itu bisa bermacam-macam tinggal disesuaikan dengan kondisi. Hal ini bertujuan untuk membangkitkan kepahaman masyarakat terkait dampak -dampak muncul karena keteledoran.

“Sifatnya bukan menghukum ya, tapi edukatif/melindungi masyarakat sehingga kesadaran masyarakat bisa muncul dan paham terkait bahaya virus corona,” tutupnya.

Penulis: Igen Padur
Editor: Ardy Abba

Manggarai Virus Corona
Previous ArticleIbunya Gangguan Jiwa, Ayah Menikah Lagi, Anak di Ngada Digauli Pamannya Hingga Hamil
Next Article Dicopot dari Jabatan Ketua DPC PKB Mabar, Sirilus Ladur Bakal Pertanyakan ke DPP

Related Posts

Ibu Hamil Meninggal Usai Jalani Operasi Caesar di RSUD Borong, Keluarga Soroti Penanganan Medis

1 September 2026

Kebijakan “Ambil Dulu, Bayar Kemudian” Gubernur NTT Direalisasikan di Golo Mendo

26 Agustus 2026

Sheline Lana Tanggung Biaya Sekolah Anak di Wae Ri’i yang Orangtuanya Meninggal Akibat Gempa

26 Agustus 2026
Terkini

Ibu Hamil Meninggal Usai Jalani Operasi Caesar di RSUD Borong, Keluarga Soroti Penanganan Medis

1 September 2026

JPIC OFM Indonesia Bawa Misi “Tembus Pelosok” Salurkan Bantuan Pascagempa Flores

1 September 2026

SBD Peduli Flores: Merawat Persaudaraan di Tengah Duka

1 September 2026

Membangun Ekosistem Sepak Bola Indonesia: Dari Pembinaan Usia Dini menuju Prestasi Dunia

1 September 2026

Paulina Jau Meninggal Usai Gempa Susulan M 6,0 di Manggarai Timur

1 September 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.