Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KESEHATAN»BPK Segera Audit Penggunaan Dana Covid-19 di NTT
KESEHATAN

BPK Segera Audit Penggunaan Dana Covid-19 di NTT

By Redaksi7 September 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kepala BPK RI Perwakilan Provinsi NTT, Adi Sudibyo saat diwawancarai wartawan di Kantor Gubernur NTT, Senin, 7 September 2020 (Foto: Vox NTT/Tarsi Salmon)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT – Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) RI Perwakilan Nusa Tenggara Timur segera mengaudit penggunaan dana Covid-19 di provinsi kepulauan itu.

“Nanti muda-mudahan bisa segera dimulai ya pemeriksaannya,” kata Kepala BPK RI Perwakilan Provinsi NTT, Adi Sudibyo kepada wartawan di Kupang usai bertemu Wakil Gubernur NTT, Senin (07/09/2020).

Sudibyo menegaskan BPK segera melakukan audit penyaluran dan penggunaan dana covid, baik melalui APBN dan APBD I. Karena secara nasional BPK diminta untuk mengaudit penanganan dana covid mulai dari tingkat pusat hingga daerah.

“BPK akan melakukan audit terkait dana Covid. Audit akan dimulai sejak hari ini hingga November 2020,” katanya.

Menurutnya, berdasarkan laporan, penyaluran dana covid di NTT baru 44 persen.

“Prosentasenya baru 44 persen. Tapi kami belum cek, baru laporan,” ujarnya.

Sementara Wakil Gubernur NTT Josef A. Nae Soi meminta dinas terkait yang menangani dana covid untuk mempercepat proses penyalurannya.

“Harus dipercepat, maka saya minta akhir September 2020 sudah bisa disalurkan semuanya,” ujarnya.

Ia mengakui pemerintah masih mengalami kendala, terutama penyaluran Jaringan Pengamanan Sosial (JPS) senilai Rp105 miliar. Pasalnya dalam pengadaan beras syaratnya harus premium.

“Kita akan kompromi lagi agar tidak harus beras premium, tapi kualitasnya bagus, sehingga bisa dipercepat penyalurannya,” tandasnya

Audit yang akan dilakukan BPK, diantaranya terkait penyaluran dana untuk tiga jenis kegiatan yakni kesehatan, JPS dan pemberdayaan ekonomi.

Penulis: Tarsi Salmon
Editor: Ardy Abba

Kota Kupang Virus Corona
Previous ArticleKampung Adat Wae Rebo Dibuka Kembali, Wisatawan Diminta Patuhi Protokol Kesehatan
Next Article SN-KT Klaim Hadir untuk Hapus Dinasti Politik di Malaka

Related Posts

RSUD Aeramo Luncurkan Inovasi Layanan “Bahagia Kita”

4 Maret 2026

RRI Labuan Bajo dan Plataran Komodo Gelar Donor Darah, Perkuat Aksi Kemanusiaan di Manggarai Barat

3 Maret 2026

Penyidik Polresta Kupang Dinilai Tak Berani Periksa Tim SPPG Polda NTT

3 Maret 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.