Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Kampung Adat Wae Rebo Dibuka Kembali, Wisatawan Diminta Patuhi Protokol Kesehatan
NTT NEWS

Kampung Adat Wae Rebo Dibuka Kembali, Wisatawan Diminta Patuhi Protokol Kesehatan

By Redaksi7 September 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat dan rombongan pose bersama usai membuka kembali aktivitas pariwisata di Wae Rebo, Minggu (06/09/2020). (Foto: Ist.)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT – Dalam kunjungannya ke Kabupaten Manggarai, Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat menyempatkan diri berkunjung ke Kampung Adat Wae Rebo.

Di kampung itu, ia berdialog dengan tetua adat dan tokoh masyarakat. Mereka menyepakati untuk membuka kembali aktivitas pariwisata di kampung adat tersebut setelah ditutup selama enam bulan sejak mewabahnya Covid-19.

“Mulai hari ini, kampung adat Wae Rebo kita buka kembali. Kita buka untuk umum, kita mulai untuk menerima tamu kembali dengan tetap mamatuhi protokol kesehatan,” kata Viktor di Kampung Adat Wae Rebo, Minggu (06/09/2020).

Selain membuka kembali aktivitas pariwisata yang sebelumnya lumpuh total, Pemprov akan melakukan penataan dengan membangun infrastruktur pendukung.

Di antaranya dengan membangun rest area dan jalan yang bisa diakses kendaraan roda dua. Dengan adanya infrastruktur tersebut, diharapkan bisa meningkatkan minat kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara.

“Kita juga akan siapkan rest area untuk yang berkunjung, serta akses jalan yang baik sehingga kendaraan roda dua bisa masuk keluar terutama untuk kepentingan logistik dan juga untuk evakuasi,” katanya.

Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Pemkab Manggarai agar bisa mendirikan Sekolah Dasar dan Puskesmas untuk memenuhi kebutuhan warga.

Selain itu, ia juga berharap agar kelak kampung adat ini bisa menjadi mandiri dalam pertanian dan peternakan.

Meski ada pembangunan infrastruktur, Gubernur Laiskodat meminta warga agar tetap menjaga keaslian kampung adat tersebut.

“Desa Adat ini tidak boleh diubah, harus tetap natural begini, harus tetap dengan keunikannya, karena ini sudah aturan budaya dan warisan leluhur,” tegasnya.

Penulis: Tarsi Salmon
Editor: Yohanes

Kota Kupang Wae Rebo
Previous ArticleResmi Daftar di KPU Mabar, Paket Edi-Weng Serukan Pilkada Damai
Next Article BPK Segera Audit Penggunaan Dana Covid-19 di NTT

Related Posts

Tiga Tahun Tak Kunjung Diperbaiki, Jembatan Pomakeke Masih Jadi Langganan Pencitraan Politik

26 Juni 2026

KemenHAM Serap Aspirasi Warga dalam Sosialisasi Penguatan HAM di Tiga Desa Manggarai Raya

25 Juni 2026

Julie Laiskodat Sumbang Rp100 Juta untuk MTQ Tingkat Provinsi NTT di Nagekeo

25 Juni 2026
Terkini

Tiga Tahun Tak Kunjung Diperbaiki, Jembatan Pomakeke Masih Jadi Langganan Pencitraan Politik

26 Juni 2026

KemenHAM Serap Aspirasi Warga dalam Sosialisasi Penguatan HAM di Tiga Desa Manggarai Raya

25 Juni 2026

Julie Laiskodat Sumbang Rp100 Juta untuk MTQ Tingkat Provinsi NTT di Nagekeo

25 Juni 2026

Rutan Kupang Siap Serahkan Rekaman CCTV Terkait Dugaan Suap terhadap Saksi Kasus Jaksa Peras Kontraktor

24 Juni 2026

Undhira Bali Pertahankan Tradisi Ibadah Rabuan untuk Perkuat Karakter dan Spiritualitas Civitas Akademika

24 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.