Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Kunjungi Desa Bawarani, Maria Moi Sae Disambut Isak Tangis Warga
Regional NTT

Kunjungi Desa Bawarani, Maria Moi Sae Disambut Isak Tangis Warga

By Redaksi8 September 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Maria Moi Sae, istri mantan Bupati Ngada Marianus Sae disambut isak tangis warga saat berkunjung ke Desa Bawarani, Kecamatan Golewa Selatan, Minggu (06/09/2020). (Foto: Patrick Romeo Djawa/ Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Bajawa, Vox NTT – Maria Moi Sae, istri mantan Bupati Ngada Marianus Sae, melakukan kunjungan ke Desa Bawarani, Kecamatan Golewa Selatan, Kabupaten Ngada pada Minggu (06/09/2020).

Kedatangan Maria Moi diwarnai isak tangis warga yang hadir saat itu. Sambil memeluk, ibu-ibu yang hadir menangis dan berkeluh-kesah kepada Maria Moi.

Dalam kunjungan tersebut, Maria Moi Sae didampingi Ela Wona, istri bakal calon Wakil Bupati Ngada Yohanes Tay Ruba. Hadir juga Arnoldus Keli Nani yang sebelumnya maju lewat jalur independen mendampingi Dorothera Dhone namun gagal dalam verifikasi faktual.

Maria menyampaikan, Marianus meminta dirinya agar tidak melupakan seluruh warga Kabupaten Ngada, khususnya warga masyarakat Boba Raya.

“Saya datang ke kampung ini, karena bapak mama semua sudah menjadi bagian dari keluarga besar bapak Marianus Sae. Saya ke sini juga diminta bapak MS untuk jangan pernah melupakan keluarga besar di Boba Raya,” ungkap Maria Moi.

Arnoldus Keli Nani menambahkan, fisik Marianus Sae fisik memang sedang berada di balik jeruji namun pikiran dan jiwanya tetap ada bersama warga Kabupaten Ngada.

“Marianus ingin sekali menyapa bapak dan mama di Kabupaten Ngada, namun apa daya, beliau tidak bisa berbuat apa-apa,” tutur Are Keli di hadapan warga.

Magdalena Titu, salah satu warga yang hadir saat itu mengaku terharu atas kedatangan ibu Maria Moi.

“Ternyata ibu Mia masih ingin menyapa kami. Kami sangat berterima kasih kepada ibu Mia,” katanya.

Marianus Sae merupakan Bupati Ngada dua periode. Di tengah usahanya untuk bertarung menjadi Gubernur NTT, Marianus dicokok KPK pada 11 Februari 2018 lalu. Ia tertangkap di Surabaya, Jawa Timur karena terlibat kasus suap.

Terhadap kasus yang menjerat Marianus Sae, Pengadilan Tinggi Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya menjatuhkan hukuman delapan tahun penjara dan pencabutan hak politik selama empat tahun.

“Secara umum, seluruh dugaan penerimaan yang didakwakan KPK baik suap ataupun gratifikasi telah dinyatakan terbukti oleh hakim. Yang bersangkutan diduga menerima suap Rp 5,783 miliar dan gratifikasi Rp 875 juta,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, seperti dikutip dari Kompas.com, Sabtu (15/9/2018).

Meski dipenjara karena kasus korupsi, ketokohan Marianus belum pudar. Bahkan di Pilkada Ngada 2020 ini namanya menjadi salah satu magnet yang menarik pemilih.

Marianus disebut-sebut ikut mendukung pasangan Helmut Waso dan Yohanes Tay Ruba atau paket HEBAT yang diusung PDI Perjuangan, Partai Gerindra, dan Partai Perindo.

Penulis: Patrick Romeo Djawa
Editor: Yohanes

Ngada
Previous ArticleTerkait Isu ‘Kraeng’ dan ‘Mendi’, Ini Kata Hery Nabit
Next Article Kristoforus Loko, Bakal Calon Bupati Ngada Positif Covid-19

Related Posts

‘Gema Mabar’ Diluncurkan, Pemkab Manggarai Barat Fokus pada Ketahanan Pangan hingga Pariwisata Berkelanjutan

2 Juni 2026

Manggarai Barat Dorong Koperasi Desa Merah Putih Beroperasi Meski Belum Punya Gerai

30 Mei 2026

Pemkab Manggarai Barat Evaluasi Seluruh Destinasi Wisata Usai Insiden WNA Austria Terjatuh di Jembatan Gantung

30 Mei 2026
Terkini

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Tinjau Pembangunan Sanitasi dan Lokasi HPL di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Kejari Manggarai Barat Pulihkan Kerugian Negara Rp2,09 Miliar dari Dua Kasus Korupsi

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.