Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Pendidikan NTT»Pemprov NTT Diminta Evaluasi Keberadaan Guru Komite dan Yayasan
Pendidikan NTT

Pemprov NTT Diminta Evaluasi Keberadaan Guru Komite dan Yayasan

By Redaksi8 September 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Juru bicara Fraksi Gerindra DPRD NTT , Jan Pieter Dj. Windy saat membacakan Pandangan Umum terhadap perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggatan 2020, Senin (07/09/2020)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT-Fraksi Partai Gerindera Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi NTT meminta pemerintah untuk mengevaluasi keberadaan guru kontrak komite dan yayasan.

Hal ini demi menjaga agar tidak ada oknum yang sewenang-wenang dan bermain-main dengan nasib para pahlawan pendidikan seperti yang terjadi di SMKN 1 Wae Ri’i, Kabupaten Manggarai. Di sekolah ini ada 15 guru komite yang dipecat oleh kepala sekolah.

“Kejadian serupa mungkin saja terjadi di tempat lain namun belum sempat terpublikasi,” ujar Jan Pieter Dj. Windy Juru Bicara Fransi Gerindera dalam Rapat Pandangan Umum terhadap perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggatan 2020, Senin (07/09/2020).

Pieter menyebut evaluasi juga penting dilakukan terhadap metode perekrutan 182 guru kontrak Provinsi NTT yang baru dilakukan belum lama ini.

Dikatakan, mekanisme penilaian lulus dan tidaknya setiap calon tenaga pendidik yang memlamar pada formasi tersebut dimulai dari seleksi administrasi.

Fraksi Partai Gerindra, kata Pieter, mendapati tidak hanya di SMKN 1 Wae Ri’i, tetapi terdapat beberapa sekolah yang juga ada pergantian guru kontrak komite dan yayasan yang tidak terpublikasi.

Pendistribusian anggaran tambahan penghasilan pada guru kontrak komite dan yayasan pun sering terlambat, bahkan berbulan-bulan.

Pieter menjelaskan, perekrutan 182 guru kontrak provinsi yang sebelumnya disepakati bersama Komisi V hanya sebanyak 90 orang, yang diprioritaskan pada guru kontrak komite dan yayasan. Namun dalam pelaksanaan dibuka bebas, serta prosedur penilaian dimulai dengan lengkap tidaknya administrasi juga tertutup dengan kriteria yang kurang jelas.

Akibatnya, guru-guru kontrak yang sudah mengabdi lama bahkan ada yang hingga 13 tahun mengabdi tidak terakomodasi. Sehingga perlu dilakukan evaluasi menyeluruh pada proses ini.

Pieter menambahkan, banyak juga guru kontrak komite dan yayasan yang belum terakomodasi dalam pembayaran tambahan penghasilan (Tamsil).

Selain itu persoalan data base. Pieter menyebut guru sering mengeluh keterlambatan pembayaran Tamsil.

Sebab itu, Fraksi Partai Gerindra mendorong dilakukan evaluasi secara menyeluruh untuk menjaga nasib para guru agar tidak dimain-mainkan oleh oknum-oknum tertentu dengan berbagai alasan.

“Guru perlu ketenangan dalam mengajar, fungsi kami Fraksi Gerindra di DPRD NTT adalah menjamin agar ketenangan guru dalam mendidik bisa terjamin,” tandasnya.

Penulis: Ronis Natom
Editor: Ardy Abba

DPRD NTT Kabupaten Kupang SMKN 1 Wae Rii
Previous ArticleDPRD NTT Dorong Pemprov Segera Selesaikan Masalah Pemecatan 15 Guru Komite SMKN 1 Wae Ri’i
Next Article Benyamin Masu Tidak Berdaya kala Tanaman di Kebunnya Ditebang Orang

Related Posts

SDK Lewe Gelar Perkemahan Pramuka Sambut HUT ke-65

13 Agustus 2026

Luncurkan 100 Tahun SDK Lungar, Siswa SD dan SMP Tampilkan Tarian Sae Tiba Meka

13 Agustus 2026

Peringati Hari Anak Nasional, Yayasan TKK Fransiskus Assisi Karot Perkuat Tata Kelola dan Mutu Pendidikan

28 Juli 2026
Terkini

Desil, Data, dan Keadilan

15 September 2026

KPAI Soroti Dugaan Kekerasan Seksual terhadap 13 Anak SD di Sumba Barat

14 September 2026

Ketika Manusia Menghapus Wajah Sesamanya

13 September 2026

Pasien ODGJ Dipasung Selama Dua Tahun di Welak Akhirnya Dibebaskan

12 September 2026

Herman Musakabe Desak Kapolri Ungkap Tuntas Penembakan Tiga ASN di Jayawijaya

12 September 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.