Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KESEHATAN»Pamer Alat Kelamin, Kades Aeramo Diduga Alami Gangguan Seksual Ekshibisionisme, Apa itu?
KESEHATAN

Pamer Alat Kelamin, Kades Aeramo Diduga Alami Gangguan Seksual Ekshibisionisme, Apa itu?

By Redaksi1 Oktober 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi (Foto: Tribun Jogja)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Mbay, VoxNtt.com-Kepala Desa Aeramo, DBD, baru-baru ini menjadi buah bibir masyarakat karena diduga mengirimkan dan memamerkan foto kelaminnya kepada MS, seorang Ibu rumah tangga.

Kasus ini kemudian menimbulkan reaksi protes dari warga Desa Aeramo yang tergabung dalam forum peduli Aeramo (FPA) dengan melarang sang Kepala Desa untuk berkantor.

Korban MS juga telah melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian atas kejadian itu.

dr. Caroline Claudia, seperti dikutip dari Alodokter mengatakan orang yang kerap memamerkan alat kelamin kepada lawan jenis dengan maksud untuk mendapat kepuasan seksual disebut telah mengalami gangguan seksual ekshibisionisme.

Ekshibisionisme adalah suatu bentuk penyimpangan seksual dengan memamerkan alat kelamin di tempat umum, terutama ke lawan jenis, untuk mendapatkan kepuasan seksual. Sebagian besar pelaku ekshibisionisme adalah pria.

Belum diketahui secara pasti penyebab utama munculnya gangguan seksual ekshibisionisme ini. Ada sejumlah faktor yang memungkinkan seseorang mengalami gangguan seksual ekshibisionisme, meski masih dalam taraf penelitian lebih lanjut.

Faktor-faktor itu misalnya adanya faktor genetik dan neuropsikologis yang diduga disebabkan oleh gangguan pada otak penderitanya ketika masih berada dalam kandungan (janin).

Selain itu, faktor trauma masa kecil yang mungkin diakibatkan sebagai korban pelecehan seksual serta kurangnya perhatian dan kasih sayang dari orang tua juga dimungkinkan seseorang dapat mengalami gangguan seksual ekshibisionisme ini.

Faktor lain yang memungkinkan menjadi pemicu meningkatnya risiko penyimpangan perilaku ekshibisionisme, seperti memiliki kepribadian antisosial, penyalahgunaan alkohol, serta tak memiliki rasa percaya diri.

“Fantasi seksual yang menyimpang dapat menjadi salah satu bentuk mekanisme untuk mengatasi trauma masa kecil tersebut (coping mechanism)” tulis Dokter Caloline.

Namun, berbeda dengan kades Aeramo yang sudah memasuki usia tua, dokter Caroline mengatakan, gangguan seksual ekshibisionisme biasanya muncul pada usia 15 – 25 tahun dan mulai berkurang seiring bertambahnya usia.

Lebih lanjut, kata dr. Caroline, penderita penyimpangan seksual ekshibisionisme dapat diatasi dengan melakukan Psikoterapi, di mana penderitanya diberikan konseling bersifat spesifik seperti topik pernikahan dan keluarga. Ini dilakukan agar penderitanya dapat memperbaiki perilaku dan kemampuan berinteraksi secara sosial.

Selain psikoterapi, solusi lainnya dapat pula melalui terapi melalui pemberian obat-obatan penekan hormon dan obat antidepresi. Obat-obatan ini diharapkan mampu mengurangi dorongan seksual, sehingga perilaku seksual yang menyimpang pun dapat ditekan.

Penulis: Patrik Djawa

Editor: Irvan K

Desa Aeramo Kades Aeramo Nagekeo
Previous ArticleKampanye di Sabu Barat, PDIP: Paket IE RAI akan Bekerja untuk Rakyat
Next Article Wujudkan Kota Modern Berwawasan Lingkungan, Gubernur NTT Apresiasi Pemkot Kupang

Related Posts

RSUD Aeramo Luncurkan Inovasi Layanan “Bahagia Kita”

4 Maret 2026

RRI Labuan Bajo dan Plataran Komodo Gelar Donor Darah, Perkuat Aksi Kemanusiaan di Manggarai Barat

3 Maret 2026

Dapur MBG Gako Dihentikan karena Berdiri di Atas Tanah yang Telah Diserahkan ke Pemda

3 Maret 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.