Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Hendak Operasi di RS Siloam Kupang, Bayi Penderita Hidrosepalus Asal Manggarai Kesulitan Dana
HEADLINE

Hendak Operasi di RS Siloam Kupang, Bayi Penderita Hidrosepalus Asal Manggarai Kesulitan Dana

By Redaksi7 Oktober 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Pasangan suami istri Yohanes Mario Beding-Rosiana Dewi Ratnasari sedang menggendong bayi mereka (Foto: Istimewa)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT-Di tengah kesulitan ekonomi, pasangan suami istri Yohanes Mario Beding-Rosina Dewi Ratnasari bertekad melanjutkan proses operasi buah hati mereka.

Keluarga asal Desa Wongka, Kecamatan Satarmese Barat, Manggarai ini, nekat ke Rumah Sakit Siloam Kupang demi keselamatan sang buah hati tercinta, Santpeter Artaliano Beding (3 bulan).

Bayi tersebut menderita penyakit Hidrosepalus sejak lahir. Penyakit Hidrosepalus itu menyebabkan kepala si bayi membengkak.

Yohanes Mario Beding (34), ayak kandung Artalino mengungkapkan, sebelum buah hatinya dirujuk ke RS Siloam Kupang, ia sempat dirawat di RSUD Ben Mboy Ruteng.

“Penanganan selama ini, pernah dirawat di RSUD Ruteng, paska melahirkan,” tutur Yohanes melalui sambungan telepon kepada VoxNtt pada Rabu (07/09/20) siang.

Namun, karena kondisi buah hatinya semakin memprihatinkan, pihak RSUD Ben Mboy kemudian merujuk pasien ke RS Siloam Kupang.

Yohanes menyampaikan, ia dan istrinya Rosina Dewi Ratnasari (24) terpaksa mengikuti arahan dokter walaupun dalam situasi dan kondisi ekonomi yang serba pas-pasan.

Hal itu dilakukannya semata-semata agar buah hati kesayangannya mereka bisa pulih dan berkembang secara normal.

Hingga saat ini, Yohanes mengaku kesulitan membiayai proses perawatan buah hatinya.

Kepedulian IKMR Kupang

Terhadap situasi yang dialami oleh bayi tersebut, Ikatan Keluarga Manggarai Raya (IKMR) Kupang berupaya mengumpulkan donasi.

Paul D. Ragat, anggota bidang sosial IKMR Kupang menyampaikan bahwa pihaknya tergerak untuk menggalang dukungan setelah sebelumnya bertemu dengan kedua orangtua bayi tersebut.

Hingga kini, Paul menyampaikan bahwa uang yang terkumpul hanya bersumber dari anggota IKMR dengan besaran sumbangan yang bervariatif.

“Kalau saya lihat di daftar jumlah sumbangan yang ada jumlah anggota yang memberikan bantuan sudah 31 orang. Besar sumbangannya bervariasi. Ada 100, 200 dan 300,” ujar anggota bidang sosial IKMR itu kepada VoxNtt pada Rabu (07/10/20) siang melalui sambungan telepon.

Pihaknya sangat mengharapkan uluran tangan kasih dari semua pihak agar bayi penderita hidrosepalus tersebut bisa menjalani proses perawatan dengan baik tanpa kekurangan finansial.

“Mohon dukungan dan kerelaan ase, kae, ende, ema, serta saudara saudaraku warga Manggarai membantu meringankan beban keluarganya,” tutur Paul.

Paul juga menambahkan bahwa donasi dibuka kepada semua pihak yang bersedia membantu. Donasi bisa ditransfer melalui rekening Bank BRI 748501004520508. Rekening tersebut atas nama Bendahara IKMR-Kupang, Agus Supardi.

Penulis: Igen Padur

Editor: Irvan K

IKMR Manggarai
Previous ArticleGenerasi Milenial Lebih Cenderung Bersikap Individual
Next Article Le Minerale Hidupkan Gerakan Ekonomi Sirkular di Pulau Komodo

Related Posts

Hari Ketiga Pascagempa, Warga Golo Mendo Masih Bertahan di Tenda Darurat

17 Agustus 2026

Pasutri di Wae Ri’i Tewas Tertimpa Tembok Rumah Akibat Gempa

15 Agustus 2026

SMAN 3 Cibal Semarakkan Hari Pramuka ke-65 dengan Perkemahan dan Beragam Lomba

14 Agustus 2026
Terkini

Soal Keretakan Kampung Tango Bali Akibat Gempa, Camat Lamba Leda Utara: Kami Kesulitan Personel untuk Turun ke Lokasi

17 Agustus 2026

Benny Harman Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa Flores

17 Agustus 2026

Gempa Retakkan Halaman Kampung Tango Bali, 32 Rumah Warga Hancur

17 Agustus 2026

Anggota DPD Stevi Harman Distribusikan Obat-obatan ke Reo dan Pota Pascagempa Flores

17 Agustus 2026

Hari Ketiga Pascagempa, Warga Golo Mendo Masih Bertahan di Tenda Darurat

17 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.