Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»VOX POPULI»VOX GURU»Dalami Dugaan Korupsi di SMKN 1 Wae Ri’i, Polisi Interogasi Lima Saksi Termasuk Kepala Sekolah
VOX GURU

Dalami Dugaan Korupsi di SMKN 1 Wae Ri’i, Polisi Interogasi Lima Saksi Termasuk Kepala Sekolah

By Redaksi17 Oktober 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kapolres Manggarai AKBP Mas Anton Widyodigdo. (Foto: Igen Padur/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT-Kepolisian Resor (Polres) Manggarai terus mendalami dugaan korupsi di SMKN 1 Wae Ri’i. Lima orang saksi sudah dinterogasi penyidik, termasuk Kepala Sekolah, Yustin Maria D Romas.

Kapolres Manggarai AKBP Mas Anton Widyodigdo menyampaikan hal itu kepada VoxNtt.com, Jumat (16/10/20) malam.

Selain kepala sekolah, penyidik juga menginterogasi pelapor, Bendahara Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Bendahara Komite Sekolah, serta Ketua Program.

“Kita sudah interogasi saksi pelapor, Bendahara Komite, Bendahara BOS, Ketua Program, Kepala Sekolah,” jelas Anton.

Tak hanya itu, polisi juga akan terus melakukan pemeriksaan terhadap pihak lain yang berkaitan dengan penyelenggaraan pendidikan sekolah itu.

“Kita juga akan periksalah ya. Nanti mungkin dari kabupaten dan propinsi. Intinya kita tindaklanjuti dan kita selidiki,” tambah Anton.

Ia berkomitmen untuk meningkatkan status dari penyelidikan ke penyidikan jika menemukan adanya kerugian negara.

“Seandainya ada kerugian negara, kita lanjutkan dari penyelidikan ke penyidikan ya,” tutur Anton.

Terpisah, Ketua Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Ruteng Santu Agustinus, Hendrikus Mandela mengharapkan agar Polres Manggarai bekerja profesional dalam penuntasan kasus dugaan korupsi tersebut.

PMKRI Ruteng, kata Mandela, sangat menaruh harapan pada Polres Manggarai dalam upaya pembersihan praktik-praktik korupsi di wilayah itu.

“Kami sebagai pemuda tidak menginginkan agar kelompok koruptor tumbuh di Manggarai. Maka dari itu, kami mengharapkan Polres Manggarai bekerja profesional dalam upaya pembersihan kelompok-kelompok ini,” ujar Mandela, Sabtu (17/10/20) pagi.

Penulis: Igen Padur
Editor: Yohanes

Manggarai Polres Manggarai SMKN 1 Wae Rii
Previous ArticlePerubahan Sabu Raijua Tidak Datang dari Bansos di Musim Pilkada
Next Article Menkominfo Jhonny: Kalau Menurut Pemerintah Hoaks, Ya Hoaks

Related Posts

Istri Wagub NTT Pantau Rumah Warga Terdampak Gempa di Manggarai

26 Agustus 2026

PUPR NTT Verifikasi 300 Rumah Terdampak Gempa di Desa Golo Mendo

26 Agustus 2026

Karitas Keuskupan Ruteng Salurkan Bantuan untuk 11.907 Korban Gempa Flores

24 Agustus 2026
Terkini

Istri Wagub NTT Pantau Rumah Warga Terdampak Gempa di Manggarai

26 Agustus 2026

PUPR NTT Verifikasi 300 Rumah Terdampak Gempa di Desa Golo Mendo

26 Agustus 2026

Polda Jawa Tengah Salurkan Bantuan Sembako untuk Korban Gempa di Lengor

24 Agustus 2026

Karitas Keuskupan Ruteng Salurkan Bantuan untuk 11.907 Korban Gempa Flores

24 Agustus 2026

Keluarga Jakob Nuwa Wea Salurkan Rp1 Miliar untuk Korban Gempa Nagekeo

23 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.