Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»NTT Zona Merah Buta Aksara, Tertinggi di Kabupaten Sumba Barat Daya
HEADLINE

NTT Zona Merah Buta Aksara, Tertinggi di Kabupaten Sumba Barat Daya

By Redaksi19 Oktober 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Polikarpus Do, Ketua Forum Taman Baca Masyarakat Provinsi Nusa Tenggara Timur (Foto: Patrick/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Bajawa, Vox NTT- Nusa Tenggara Timur dinyatakan sebagai zona merah buta aksara dari 34 provinsi di Indonesia. NTT berada pada urutan buta aksara setelah Provinsi Papua dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

Hal itu disampaikan Ketua Forum Taman Baca Masyarakat Provinsi Nusa Tenggara Timur, Polikarpus Do saat membawakan sambutan pada kegiatan diskusi literasi di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Bravostart di Kelurahan Mataloko, Kecamatan Golewa Kabupaten Ngada, Senin (19/10/2020).

Kegiatan itu dibuka oleh Pejabat sementara Bupati Ngada Linus Lusi dan dihadiri beberapa pimpinan OPD Kabupaten Ngada, para guru, tokoh adat dan tamu undangan lainnya.

“Presentasi orang dengan buta aksara di NTT mencapai 5,24 persen dengan rata-rata usia antara 15 sampai 59 tahun,” ungkap Polikarpus.

Menurut dia, daerah di NTT dengan tingkat buta aksara tertinggi umumnya berada di Pulau Sumba. Sementara di Pulau Sumba sendiri, penderita buta aksra tertinggi berada di Kabupaten Sumba Barat Daya.

Untuk menurunkan angka penderita buta aksara, Forum Taman Baca Masyarakat Provinsi Nusa Tenggara Timur terus berupaya mendorong Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk melakukan intervensi dengan membentuk kampung-kampung literasi di NTT.

Tahun 2020 ini, FTBM NTT akan segera me-launching kampung literasi sekaligus meresmikan Rumah Pintar Taman Baca Masyarakat Folresta di Desa Kamubheka, Kecamatan Maurole, Kabupaten Ende.

Dengan membentuk kampung-kampung literasi, Polikarpus berharap masyarakat dapat menguasai enam literasi dasar.

Ke-6 literasi dasar itu adalah membaca dan menulis, numerasi, sains, finansial, digital dan budaya dan kewargaan.

Dia berharap pula agar pemerintah di masing-masing daerah di NTT untuk menyiapkan grand design penuntasan buta aksara sehingga kampung literasi yang telah terbentuk ini dapat ditingkatkan ke desa literasi, kecamatan literasi dan kabupaten literasi.

Penulis: Patrick Romeo Djawa
Editor: Ardy Abba

Ngada
Previous ArticleUsai Geledah Terkait Masalah Tanah di Labuan Bajo, Kejati Sita 27 Dokumen dari BPN NTT
Next Article Hujan Lebat Sehari, Rumah Warga di Ruteng Terancam Ambruk

Related Posts

Seminari Kisol Luncurkan Renstra 2026–2031 untuk Hadapi Tantangan Era VUCA

5 Maret 2026

Renstra 2026–2031 Jadi Momentum Pembenahan Seminari Pius XII Kisol

5 Maret 2026

Seminari Pius XII Kisol Susun Renstra 2026–2031, Fokus pada Penguatan Kesehatan, Gizi, dan Tata Kelola

5 Maret 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.